Terima Kunjungan Kementerian Transmigrasi, Bupati Erwin Burase Paparkan Potensi Kawasan Bahari Tomini Raya

Foto: Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Kecamatan Mepanga, Rabu 3 Juni 2026. (Muh Aldy)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Kecamatan Mepanga, Rabu 3 Juni 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah, mendorong kawasan transmigrasi di Parigi Moutong masuk dalam program Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bacaan Lainnya

Rombongan Kementerian Transmigrasi dipimpin Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Andy Wijaya, yang didampingi Perencana Ahli Utama Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, Mona Putradinata, serta Perencana Ahli Madya Direktorat Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Siti Rahmawati Dian Nuarini.

Kunjungan yang berlangsung selama dua hari, 3 hingga 4 Juni 2026, turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, para asisten daerah, kepala organisasi perangkat daerah terkait, serta para camat.

Dalam sambutannya, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan bahwa pengembangan Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya menjadi harapan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

“Ini adalah hal yang paling kita tunggu. Di tengah kondisi daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran, usulan PSN ini menjadi harapan besar bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan transmigrasi,” kata Bupati Erwin Burase.

Bupati menjelaskan, saat ini terdapat lima kecamatan yang masuk dalam Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya. Namun, pemerintah daerah berencana mengusulkan penambahan Kecamatan Tomini dan Kecamatan Mepanga ke dalam kawasan tersebut guna memperluas cakupan wilayah pengembangan.

Menurut Bupati Erwin, kawasan yang membentang dari Kecamatan Ongka Malino hingga Kecamatan Moutong itu dihuni sekitar 117 ribu jiwa atau lebih dari 38 ribu kepala keluarga. Kawasan tersebut mencakup 75 desa yang berkembang dari 12 satuan permukiman transmigrasi yang dibangun sejak 1973 hingga 2018 dan kini telah berkembang menjadi 31 desa.

Pemerintah daerah juga telah memetakan sejumlah komoditas unggulan yang menjadi kekuatan kawasan, antara lain durian, kelapa dalam, padi, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya.

“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga berkembang menjadi kawasan industri sehingga hasil petani dan nelayan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Lanjut Bupati, untuk mendukung pengembangan tersebut, pemerintah daerah menargetkan kawasan seluas sekitar 72 ribu hektare. Dari luas tersebut, sekitar 18 ribu hektare direncanakan untuk pengembangan durian, 18 ribu hektare untuk kelapa dalam, serta kawasan pertanian dan perikanan yang terintegrasi dengan program hilirisasi.

Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, pengembangan kawasan melalui hilirisasi komoditas unggulan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp440 triliun per tahun, baik dari pasar domestik maupun ekspor.

Selain meningkatkan nilai ekonomi, program tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap sedikitnya 80 ribu tenaga kerja dan berpotensi mencapai ratusan ribu tenaga kerja. Sehingga dampaknya diharapkan dapat menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami berharap apabila kawasan ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, manfaat ekonominya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Erwin juga mengungkapkan bahwa kunjungan kerja Kementerian Transmigrasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, pada Maret 2026 lalu. Pertemuan itu membahas kesiapan Parigi Moutong untuk menjadi kawasan percontohan transmigrasi modern di Indonesia.

Melalui kunjungan ini, pemerintah daerah berharap proses pengusulan Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya sebagai Proyek Strategis Nasional dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat sehingga mampu mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *