Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, secara resmi membuka Lomba Cipta Menu Makan Bergizi Gratis berbasis Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman
(B2SA), yang digelar pada Rabu 20 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dan pihak-pihak terkait, yang telah menyukseskan acara tersebut, serta kehadiran para pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang turut memantau jalannya lomba.
”Kegiatan ini merupakan langkah positif dan strategis dalam rangka membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, aman, dan berbasis potensi pangan lokal,” ujarnya.
Di balik kesiapan program nasional ini, Bupati mengungkapkan tantangan besar terkait ketersediaan bahan baku pangan di Parigi Moutong.
Saat ini kata ia, baru ada sekitar 21 hingga 22 SPPG yang beroperasi dari rencana total 50-an SPPG. Namun, stok komoditas krusial seperti telur dan daging dilaporkan sudah mulai menipis.
Terlebih lagi, pemerintah daerah tengah mengusulkan 61 titik SPPG untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Sebanyak 11 titik awal telah disetujui, sementara 50 titik lainnya kini sedang menunggu proses tindak lanjut.
”Kalau semua ini beroperasi untuk Parigi Moutong, tentu ini yang harus kita pikirkan tugas kita bersama. Leading sektornya mungkin Ibu Kadis Ketahanan Pangan, untuk segera mencari solusi karena kekurangan bahan baku,” tegasnya.
Kendati demikian, Erwin optimistis bahwa program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Presiden RI ini membawa peluang emas bagi peningkatan ekonomi masyarakat jika masyarakat jeli menangkap potensi pasar yang ada.
”Ini program yang sangat bagus dari Bapak Presiden. Di mana tujuannya, selain memberikan makanan yang bergizi dan sehat kepada anak-anak kita agar tumbuh kembangnya bisa lebih baik lagi, ini memberikan kita peluang bagi masyarakat dalam hal peningkatan ekonomi kita. Banyak yang bisa kita lakukan, kita bisa buat ternak ayam petelur, ikan kita, daging kita, ini peluang besar, dan juga sayuran,” jelas Bupati.
Bupati juga memberikan catatan khusus mengenai ketahanan pangan sektor beras. Meski saat ini Kabupaten Parigi Moutong mengalami surplus beras kurang lebih 98 ribu ton per tahun, ia mengingatkan agar produktivitas panen terus ditingkatkan seiring berjalannya program ini secara rutin.
”Kebutuhan konsumsi lokal kita yang terdata ini kurang lebih 150 ribu ton per tahun. Yakin saya kalau ini (program makan gratis) sudah terpenuhi semua, kita bisa-bisa nanti kekurangan stok beras. Ini sudah harus kita pikirkan untuk kita tingkatkan lagi produktivitas panen beras kita, karena ini secara rutin akan dibeli,” tambahnya.
Ia menambahkan, melalui lomba cipta menu ini, Pemda Parigi Moutong ingin mengedukasi masyarakat bahwa makanan sehat dan bergizi tidak selamanya identik dengan harga yang mahal atau bergantung pada bahan pangan impor.
Menurutnya, Kabupaten Parigi Moutong sendiri dikenal memiliki kekayaan sumber daya pangan lokal yang melimpah, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga peternakan.
Sehingga, ia berharap, kegiatan ini mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi menu yang kreatif, yang sehat, ekonomis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat dan generasi muda.
“Saya meminta kepada dewan juri agar melakukan penilaian secara objektif, profesional, dan transparan, sehingga menu-menu unggulan yang lahir dari perlombaan ini benar-benar bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bank Sulteng, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Perwakilan Polres Parigi Moutong, para Asisten di lingkup Sekretariat Daerah, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, jajaran Pemda Parigi Moutong, Camat se-Kabupaten Parigi Moutong, Ketua TP-PKK Kecamatan, para ketua organisasi perempuan, serta koordinator pengelola SPPG.
Alamat Redaksi :