Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Siswa SD Islam Tahfidz Al-Quran (ITA) Lukman Al-Hakim Parigi, kunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong. Selasa 24 Februari 2026.
Kunjungan edukasi tersebut, bertujuan, agar siswa mendapatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana.
Dalam kegiatan tersebut para siswa disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong dan seluruh kepala bidang, pejabat fungsional, serta staf.
“Saat para siswa tiba dikantor, kami langsung mengajak mereka berkeliling area kantor untuk mengenal lebih dekat berbagai peralatan serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana,” ujar Plt. Kalaksa BPBD, Rivai.
Rivai mengatakan bahwa para siswa juga diperlihatkan armada dan transportasi operasional yang biasa digunakan dalam penanganan situasi kebencanaan di lapangan. Termasuk, memberikan penjelasan secara sederhana dan interaktif agar materi yang disampaikan mudah dipahami.
Kemudian, para siswa juga dibawa menuju Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD. Tujuannya, agar para siswa dapat melihat secara langsung sistem pengendalian operasi serta mekanisme koordinasi dalam penanggulangan bencana.
Rivai berharap, ke depan, sekolah-sekolah lain dapat mengikuti atau mencontoh kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya edukasi kebencanaan.
“Kami berharap para siswa-siswi mendapatkan pembekalan pengetahuan dasar mengenai berbagai jenis bencana, upaya mitigasi, serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang dapat diterapkan sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” imbuh Rivai.
Sementara dikesempatan yang sama, Kepala SD ITA Lukman Al-Hakim Parigi, Amiruddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Parigi Moutong atas sambutan serta edukasi yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan anak-anak terkait kebencanaan.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan ini. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana menghadapi dan memahami bencana. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sejak usia dini,” ujar Amiruddin.
Ia berharap, melalui kunjungan edukatif tersebut para siswa dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memiliki kesiapan dasar apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Amiruddin menilai bahwa upaya ini sangat penting dilakukan guna menanamkan kesadaran dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini di lingkungan pendidikan.
Ia pun menambahkan bahwa kegiatan belajar di luar kelas pada momen bulan suci Ramadan menjadi pengalaman yang berkesan bagi para siswa.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkaya ilmu pengetahuan dan membentuk karakter, menanamkan nilai kepedulian, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab kepada anak-anak.
“Sehingga, generasi muda lebih tanggap dan sigap menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” pungkas Amiruddin.




Alamat Redaksi :