Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Sebanyak 16 kelompok tani di Parigi Moutong, menerima bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan perkebunan seluas 300 hekatare.
Bantuan bibit kelapa dalam tersebut merupakan program hilirisasi perkebunan Kementerian Pertanian, yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Parigi Moutong H Erwin Burase, bersama Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Andy Wijaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari hilirisasi perkebunan yang bersumber dari Kementerian Pertanian.
“Program tersebut merupakan program hilirisasi perkebunan dari Kementerian Pertanian,” kata Dadan, di lokasi kegiatan, di Kecamatan Mepanga, Rabu 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kelompok tani penerima bantuan berasal dari Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.
Menurut Dadan, setiap hektare lahan memperoleh bantuan sebanyak 110 bibit kelapa dalam. Selain itu, kelompok tani juga menerima bantuan biaya penanaman yang langsung disalurkan ke rekening masing-masing kelompok.
“Paket berupa bibit kelapa dalam sebanyak 110 pohon per hektare. Di samping itu, ada bantuan biaya penanaman sebesar 15 HOK (hari orang kerja) per hektare, terdiri atas biaya persiapan tanam 8 HOK dan biaya penanaman 5 HOK,” jelasnya.
Selain bantuan bibit dan biaya penanaman, kelompok tani juga menerima bantuan pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman pada tahap awal.
“Di samping itu, ada paket tambahan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan pupuk organik granula sebanyak 330 kilogram per hektare. Bantuan tersebut untuk pemupukan awal,” katanya.
Dadan menambahkan, Dinas TPHP telah menyiapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk tahap lanjutan program yang direncanakan pada semester II tahun 2026.
“Untuk tahap II tahun ini sudah dipersiapkan CPCL seluas 200 hektare. Karena tahun ini kita mendapat alokasi dari Kementerian Pertanian seluas 500 hektare, dengan rincian tahap pertama 300 hektare dan tahap kedua 200 hektare,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat memperkuat pengembangan komoditas kelapa dalam di Parigi Moutong serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui penguatan sektor perkebunan rakyat.
Alamat Redaksi :