Neni Muhidin Bicara Soal Animo dan Tantangan Jurnalisme Investigasi

Palu, Zenta Inovasi Pegiat Literasi Sulawesi Tengah, Neni Muhidin, menyoroti pentingnya memperkuat jurnalisme investigasi di tengah tantangan internal dan eksternal yang dihadapi insan pers saat ini.

Hal itu dia sampaikan dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Menulis untuk Menyelamatkan Alam, yang diselenggarakan Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI) berkolaborasi dengan PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), Kamis hingga Jumat, 8–9 Januari 2026, di Palu.

Bacaan Lainnya

Dalam materinya bertajuk Animo dan Tantangan Jurnalisme Investigasi, Neni menegaskan kembali komitmen jurnalis yang seharusnya berpihak kepada warga atau publik, bukan pada egoisme profesional maupun kepentingan pemasaran semata.

Ia menjelaskan, ketika redaksi lebih menonjolkan motif sensasionalisme, eksploitasi isu, popularitas, hingga orientasi uang, kepercayaan publik terhadap media akan menurun.

Padahal, kata dia, kepentingan publik menuntut media untuk membantu masyarakat memahami kompleksitas persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Terkait jurnalisme investigasi, Neni menekankan pentingnya orisinalitas dalam kerja jurnalistik. Investigasi, kata dia, bukan sekadar menindaklanjuti hasil kerja pihak lain, melainkan upaya mendalam untuk mencari letak kesalahan, menelusuri apakah persoalan terjadi secara sistematis, serta mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan bahwa topik investigasi tidak selalu berkutat pada skandal elite semata. Isu-isu keseharian dan lokal justru memiliki dampak langsung bagi masyarakat, seperti persoalan air bersih, polusi udara, pengelolaan sampah, hingga penataan ruang.

“Jurnalisme investigasi perlu hadir di ruang-ruang kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Neni memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi jurnalis investigasi. Dari sisi internal, tantangan meliputi kecakapan jurnalis, kebutuhan akan spesialisasi, serta ketepatan dalam penggunaan bahasa dan kata sifat agar tidak bias atau mengaburkan fakta.

Sementara dari sisi eksternal, jurnalis dihadapkan pada persoalan kode etik, tekanan hukum, serta tuntutan kemauan, ketekunan, dan keberanian dalam mengungkap kebenaran.

Melalui pelatihan ini, Neni berharap jurnalis semakin memahami peran strategis jurnalisme investigasi sebagai alat kontrol sosial, sekaligus sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan kepentingan publik secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *