Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Festival Teluk Tomini 2025 resmi dimulai, sejak Kamis malam kemarin ribuan orang sudah memadati lokasi Eks Sail Tomini, untuk menyaksikan ragam pertunjukan seperti fashion karnaval, tari seni kreasi, musik, pameran fotografi dan film dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), stand pameran, wisata kuliner, edukasi lingkungan, serta penampilan konser musik tradisional dan moderen.
Festival Teluk Tomini 2025 ini, dibuka secara resmi Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid, didampingi Wakilnya dr Reny, dihadiri sejumlah kementerian dan lembaga diantaranya, Kementerian Pariwisata, Kementrian Koperasi, Kementerian UMKM, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, unsur Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten, Balai Pelestarian Kebudayaan, Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Sekretaris Daerah, jajaran pejabat Provinsi dan Kabupaten, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, Sejumlah Organisasi dan Tokoh Masyarakat.
Hadir mewakili Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Asisten Deputi Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi dan Pameran Kemenpar, Yohanes De Brito.
Dalam sambutanya dia mengatakan, dari FTT ini Parigi Moutong menjadi salah satu contoh, budaya dan alam bisa berjalan seiring dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif serta berdampak terhadap masyarakat.
Ia menilai, tema pelaksanaan FTT Parigi Moutong “hadiah dari laut” menegaskan bukan hanya sekedar acara hiburan, namun juga penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan dan budaya.
Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa kelestarian lingkungan merupakan pondasi dalam pembangunan sektor pariwisata berkelanjutan, agar daerah dapat memperkuat kedudukan strategis ekologi.
“Lingkungan dan pariwisata satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam mempromosikan visual daerah. Lingkungan yang terjaga akan memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung,” kata Yohanes De Brito.
Ia menjelaskan Kemenpar terus mendorong agar setiap destinasi wisata di Indonesia selain menjual keindahan visual, juga mengangkat cerita, nilai, dan identitas lokal.
“FTT menjadi panggung untuk menampilkan ragam potensi daerah seperti tarian, musik, kuliner kerajinan lokal, dan keunggulan kegiatan ini adalah pesan penyelamatan lingkungan melalui karya seni bertema alam serta pelestarian lingkungan di sepanjang Teluk Tomini,” terangnya.
Ia menuturkan, Kemenpar sangat mendukung penyelenggaraan FTT sebagai bagian dari upaya pencapaian target kunjungan 14,6 hingga 16 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,0 miliar pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2025.
“Kami berharap Parigi Moutong semakin menggiatkan penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan berkualitas lainnya, untuk menarik kunjungan wisatawan,” ucap Yohanes.

Ia menambahkan Parigi Moutong secara beruntun masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenpar sejak 2024, dengan harapan FTT dapat mempertahankan posisinya dalam agenda tahunan Kemenpar.
Sesuai agenda pemerintah daerah (pemda) setempat, FTT dilaksanakan selama tiga hari mulai 20-22 November.
“Ini membuktikan Parigi Moutong memiliki potensi tampil di panggung nasional,” tutupnya.
Alamat Redaksi :