Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dalam rangka mempercepat penanganan kedaruratan akibat bencana hidrometeorologi dan aktivitas tektonik di wilayah Parigi Moutong, Anggota Lintas Komisi DPRD melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Penanganan Darurat BNPB RI di Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kunjungan kerja strategis ini diterima secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Subbidang (Kasubbid) pada Direktorat Penanganan Darurat BNPB RI, Johan Fredi Pakpahan, S.Sosn.
Delegasi Lintas Komisi DPRD Parigi Moutong ini dipimpin oleh Sutoyo, S.Sos., didampingi Mohamad Irfain, SH., Imam Muslihun, S.Sos., Yushar, Arnol, SH., Rusno Tanriono, Hi. Wardi, SH., dan Hi. Sami.
Langkah cepat ini diambil Lintas Komisi DPRD menyusul rentetan bencana alam di Kabupaten Parigi Moutong sepanjang Juni 2026.
Berdasarkan kompilasi data statistik kebencanaan terbaru, wilayah Parigi Moutong baru saja diguncang gempa bumi tektonik kuat bermagnitudo M 6,7 yang berpusat di darat tenggara Palu, yang mengakibatkan kerusakan rumah warga di Desa Torue dan Desa Tolai serta merusak fasilitas publik vital.
Bersamaan dengan itu, curah hujan tinggi memicu banjir di Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, Parigi Barat, dan Balinggi. Dampaknya, ratusan rumah terendam, infrastruktur rusak, dan puluhan hektar lahan pertanian produktif warga tenggelam.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Lintas Komisi DPRD Parigi Moutong menyampaikan sejumlah poin aspirasi dan pertanyaan terstruktur yang dirumuskan ke dalam empat pilar utama penanggulangan bencana daerah.
Poin krusial pertama berfokus pada Kebijakan dan Strategi Anggaran, dimana anggota dewan mempertanyakan mekanisme pengajuan penambahan Dana Siap Pakai (DSP) untuk kedaruratan, syarat terbaru pencairan dana hibah rehabilitasi-rekonstruksi, regulasi pendampingan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), hingga peluang program insentif pusat bagi daerah yang berkomitmen menaikkan indeks ketahanan daerah.
Selanjutnya, pada pilar Mitigasi dan Kesiapsiagaan, rombongan Lintas Komisi mendorong BNPB pusat untuk memfasilitasi pembaruan peta risiko bencana skala mikro, serta mengalokasikan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir bandang di sungai-sungai rawan.
Anggota dewan juga meminta penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana), di kawasan pesisir Teluk Tomini, serta dukungan sertifikasi teknis bagi personel BPBD di tingkat kabupaten.
Sementara pada pilar kedaruratan dan logistik, para wakil rakyat ini memperjuangkan percepatan distribusi logistik pusat saat akses transportasi darat terputus akibat longsor, pengadaan armada perahu karet atau kendaraan amfibi tambahan, serta skema bantuan hunian sementara (huntara) tercepat bagi warga terdampak banjir.
Menutup rangkaian koordinasi, rombongan Lintas Komisi DPRD Parigi Moutong memfokuskan pembahasan pada tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, termasuk status usulan pembangunan infrastruktur pengendali banjir berupa tanggul dan normalisasi sungai yang telah diajukan sebelumnya.
Kemudian, anggota dewan juga mengonsultasikan solusi terhadap mekanisme audit akuntabilitas penggunaan dana kebencanaan agar tetap patuh hukum, serta program pemulihan ekonomi pascabencana pada sektor pertanian dan perikanan yang rusak berat.
Merespons paparan tersebut, Plt. Kasubbid Direktorat Penanganan Darurat BNPB, Johan, menyambut baik koordinasi aktif yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Parigi Moutong.
Pihak BNPB mengatakan, akan memprioritaskan asistensi terhadap Parigi Moutong mengingat wilayah tersebut berada di jalur sesar aktif dan rawan bencana hidrometeorologi.
BNPB juga menegaskan, komitmennya dalam menyinkronkan standar operasional penentuan status tanggap darurat antara pusat dan daerah agar dukungan logistik, armada evakuasi, serta realisasi bantuan kedaruratan dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Melalui koordinasi ini, DPRD Kabupaten Parigi Moutong berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan BNPB pusat dapat segera memulihkan infrastruktur vital yang rusak, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana di masa depan.
Sumber: Humas Setwan Kabupaten Parigi Moutong






Alamat Redaksi :