Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Kelompok Tenun Butija di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, tetap eksis menghasilkan karya sejak dibuka tahun 2019 hingga kini.
Butija yang merupakan gabungan kata suku Bugis, Tialo, Jawa, menginspirasi Rehan Tahir dan warga lainya untuk membentuk kelompok pengrajin sarung tenun.
Di tengah keterbatasan bahan baku dan minimnya pasar, Kelompok Butija terus berupaya menjaga warisan tenun tradisional Taopa agar tetap hidup.
Meski dengan peralatan sederhana, mereka mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pembuatan motif pada 2021, yang menjadi langkah awal pijakan untuk terus berkarya hingga kini.
“Awalnya anggota kelompok ada 15 orang, sekarang yang masih aktif tinggal tujuh orang. Alhamdulillah, hasil tenun kami sudah sampai dipasarkan ke Kabupaten Morowali,” ungkap Rehan saat ditemui usai pengukuhan pengurus Dekranasda Parigi Moutong di Parigi, Kamis, 28 Agustus 2025.
Sejak 2021, Butija mulai menggunakan bahan baku sutra asli dan sutra India untuk menghasilkan motif khas, seperti motif Bugis, Parigata, dan Tialo. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, dengan waktu pengerjaan mencapai satu minggu untuk satu lembar kain.
“Kalau sutra asli, harganya bisa mencapai Rp1 juta per lembar. Sementara sutra India sekitar Rp800 ribu. Mahal, karena pembuatannya juga rumit,” jelas Rehan.
Kesulitan lain, adalah ketersediaan bahan baku. Sutra yang dibutuhkan tidak tersedia di Pulau Sulawesi, sehingga harus didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.
Pada awal berdirinya, kelompok ini sempat mendapat dukungan modal usaha dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Parigi Moutong.
Namun kini, seluruh biaya produksi ditanggung sendiri oleh para pengrajin. Meski demikian, semangat mereka tidak surut. Butija tetap rutin mengikuti berbagai pameran di Kabupaten Parigi Moutong untuk memperkenalkan hasil karyanya.
“Harapan kami ke depan ada dukungan lebih dari instansi terkait, supaya usaha ini bisa berkembang, termasuk dikenalkan di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kelompoknya berkeinginan agar tenun khas Kabupaten Parigi Moutong semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Alamat Redaksi :