Ikut Program GSMS, 20 Siswa SD Inpres 3 Tada Belajar Seni Film

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Ada sebanyak 20 siswa di SD Inpres 3 Tada Kabupaten Parigi Moutong, mengikuti program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2025.

Diketahui, SD Inpres 3 Tada merupakan salah satu dari 15 sekolah penerima GSMS, program Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) 2025 yang dikerjasamakan dengan Pemerintah Daerah serta satuan pendidikan untuk gerakan pemajuan kebudayaan.

Bacaan Lainnya

Seniman Irwan mengatakan, sebelum masuk pada materi perfileman, di pertemuan awal siswa diajarkan sepuluh objek pemajuan kebudayaan (OPK).

Kemudian kata dia, pertemuan-pertemuan selanjutnya masuk pada materi pengertian film pendek dan bagaimana gambaran proses pembuatannya, pengembangan ide, penyutradaraan dan keaktoran .

“Saya baru tiga kali pertemuan, tapi dari tiga pertemuan ini, saya melihat siswa cukup antusias, mau belajar, pihak sekolah juga responnya sangat baik,” jelas Irwan, pada media ini, Kamis 28 Agustus 2025.

Menurut Irwan, ini pertama kali dia harus mengajar film pada siswa sekolah dasar. Namun, dia melihat bahwa siswanya bisa mengikuti materi dengan baik.

“Saya pertama kalinya ajar film di SD, seru, bagi saya ini tantangan baru dari saya yang basicnya pekerja kreatif tiba-tiba ajar anak-anak. Cukup menyenangkan,” tuturnya.

Untuk hasil akhir, kata Irwan, dia masih mencoba menggali ide cerita dari siswa dan yang pasti produknya tetap film pendek yang masih akan bersinggungan dengan salah satu dari 10 OPK di Parigi Moutong.

Sebagai seorang seniman, Irwan berharap, melalui GSMS ini akan lahir generasi baru untuk seni film di Parigi Moutong.

“Harapan buat siswa, mereka bisa jadi sineas hebat, karena sekarang ekosistim film di Parigi Moutong masih kurang,” ungkapnya.

Ia juga berharap, adanya program seni berkelanjutan yang berfokus pada guru kesenian di sekolah, sehingga disetiap kecamatan ada komunitas seni yang hidup.

“Kenapa tidak misal di tiap kecamatan ada 1 komunitas seni yang isinya guru seni semua, berporses layaknya komunitas seni lain. Lewat komunitas juga pasti kita bisa saling bertukar pengetahuan dengan cara yang lebih menarik,” harapnya.

Sebab kata dia, jika guru seni di sekolah sudah menjadi seniman, kedepan pasti ekosistim berkesenian di Parigi Moutong ini semakin lebih baik .

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Ninong Pandake, melalui Pamong Budaya Ahli Muda, Melly Novandha mengatakan, program GSMS ini sudah dimulai pada bulan Juli dan akhir bulan september mendatang, secara serentak se Indonesia.

Harapanya kata dia, agar semua seniman bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *