Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan pemangkasan dan peremajaan pohon pelindung yang telah berusia tua di sepanjang jalan Kota Parigi.
Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Hal itu ia sampaikan, saat meninjau langsung pemeliharaan pohon pelindung yang dilakukan DLH Parigi Moutong di sejumlah titik di Kota Parigi, Rabu 15 April 2025.
Peninjauan dipusatkan di Kelurahan Kampal, dengan didampingi Sekretaris Daerah Zulfinasran A. Tiangso, Kepala DLH Mariam Tagunu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Rivai, serta Plt Kepala Dinas PUPRP Adrudin Nur.
“Saya tadi berkeliling di dalam Kota Parigi, masih banyak pohon pelindung yang harus segera dipangkas,” ujar Erwin di sela-sela kegiatan.
Ia mengungkapkan, sebagian besar pohon pelindung yang ada saat ini, telah berusia lebih dari 20 tahun, ditanam sejak awal Pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong.
Kondisi tersebut, dinilai perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Olehnya itu, ia meminta DLH Parigi Moutong untuk segera melakukan pemangkasan, penebangan pohon yang sudah mati, serta menggantinya dengan jenis yang lebih aman.
“Ada beberapa jenis pohon yang sudah kita pertimbangkan, salah satunya Terminalia mantaly atau ketapang kencana, karena cukup rindang dan akarnya tidak merusak. Tapi kami juga membuka ruang usulan untuk menentukan jenis terbaik. Yang jelas, untuk jenis trembesi akan diganti,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, kata dia, terdapat sejumlah kendala dalam pemeliharaan pohon pelindung, di antaranya keterbatasan tenaga kerja.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah daerah berencana melakukan penataan ulang pegawai dengan memindahkan sejumlah PPPK dari beberapa OPD ke DLH Parigi Moutong.
Selain itu, keterbatasan sarana juga menjadi hambatan, di mana DLH Parigi hanya memiliki satu unit mobil crane dengan kapasitas yang dinilai sudah tidak memadai.
Karena itu, Erwin meminta Sekda Parigi Moutong untuk mengalihkan anggaran yang belum prioritas untuk pengadaan armada tersebut.
“Termasuk salah satunya, rencana rehabilitasi ruang kerja bupati bisa dialihkan untuk pengadaan mobil crane. Mungkin juga dari efisiensi perjalanan dinas, agar kebutuhan ini segera terpenuhi. Karena bukan hanya di wilayah kota, pemeliharaan pohon juga dibutuhkan di seluruh wilayah,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, untuk berperan aktif dengan melaporkan kondisi pohon pelindung yang berpotensi membahayakan kepada DLH Parigi Moutong agar segera ditangani.
Selain itu, pemerintah daerah akan menyiapkan layanan hotline pengaduan masyarakat, tidak hanya terkait pohon pelindung, tetapi juga persoalan lainnya.
“Untuk pemeliharaan ini masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PLN, namun mereka juga masih menggunakan mobil crane milik pemerintah daerah,” pungkasnya.

Alamat Redaksi :