Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Wahana Visi Indonesia (WVI) atas dedikasi dan pendampingan selama 15 tahun di wilayah tersebut.
Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri acara penutupan program kerja sama DP3AP2KB Parigi Moutong dengan Wahana Visi Indonesia, pada Kamis 26 Juni 2026.
Bupati Erwin mengatakan, kontribusi WVI telah memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas keluarga, serta pembangunan berbasis hak anak dan perempuan.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan berbagai program pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, peningkatan kualitas keluarga, pengendalian penduduk, serta pembangunan berbasis hak-hak anak dan perempuan,” ujarnya.
Menurutnya, Wahana Visi Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan dan pembangunan telah menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anak, keluarga, dan masyarakat melalui pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang mengedepankan partisipasi aktif, penguatan kapasitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Erwin mengungkapkan, hubungan kerja sama antara dirinya dan Wahana Visi Indonesia telah terjalin sejak masih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah pada periode 2004–2009.
Saat itu, Wahana Visi Indonesia turut berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak di tingkat provinsi yang kemudian ditetapkan pada 2010.
“Saya sudah mengenal Wahana Visi sejak lama. Kami pernah bersama-sama menyusun Perda Perlindungan Anak. Komunikasi dan kerja sama di bidang sosial terus berjalan hingga sekarang,” katanya.
Ia menilai kemitraan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong melalui DP3AP2KB bersama Wahana Visi Indonesia telah memberikan manfaat nyata, mulai dari penguatan perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kapasitas keluarga dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Namun demikian, Erwin mengaku prihatin terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Parigi Moutong sebagaimana dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.
“Kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi perhatian serius. Banyak terjadi di wilayah pelosok dengan berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi dan pendidikan. Karena itu diperlukan sosialisasi yang melibatkan aparat desa hingga ke wilayah terpencil agar Kabupaten Parigi Moutong terbebas dari kekerasan seksual terhadap anak,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kasus yang melibatkan anggota keluarga sebagai pelaku, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat.
Meski program pendampingan Wahana Visi Indonesia telah berakhir di sejumlah wilayah, Erwin menegaskan penutupan program bukan berarti berakhirnya komitmen bersama dalam perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Momentum ini, harus menjadi titik penguatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun bersama,” ujarnya.
Bupati Parigi Moutong berharap seluruh pengalaman dan hasil pembelajaran selama pelaksanaan program dapat terus diterapkan oleh pemerintah desa, kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, kader pembangunan, dan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya tetap berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Erwin mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, ramah anak, serta mendukung kesetaraan gender.






Alamat Redaksi :