Parigi Moutong, Zenta Inovasi – RSUD Anuntaloko Parigi Kabupaten Parigi Moutong, memiliki utang obat sebayak Rp26,3 Miliar, yang tercatat hingga 31 Desember 2025.
Plt Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan mengatakan, dari total Rp26,3 miliar tersebut, telah dibayar Rp19,2 miliar sehingga sisa utang obat kini tinggal sekitar Rp7 miliar.
“Alhamdulillah, per 30 April 2026 kami sudah berhasil membayar sekitar Rp19,291 miliar, kami kebut hanya dalam empat bulan,” kata Plt RSUD Anuntaloko, Irwan ditemui di Parigi, Senin, 4 Mei 2026.
Irwan mengatakan pembayaran tersebut, menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola rumah sakit, terutama untuk menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Meski demikian, Irwan mengakui masih terdapat potensi penambahan utang baru pada tahun berjalan yang belum seluruhnya diakumulasi dalam catatan keuangan rumah sakit.
“Walaupun misalnya ada lagi utang baru pada 2026, itu belum kami akumulasikan,” ujarnya.
Menurut Irwan, penyelesaian utang obat menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan karena berkaitan langsung dengan kelancaran pelayanan medis.
Sejak diberi amanah sebagai Plt Direktur, penyelesaian kewajiban kepada perusahaan farmasi menjadi salah satu prioritas utama.
Ia menegaskan, keterlambatan pembayaran utang dapat berdampak pada terganggunya pasokan obat, sebab perusahaan farmasi sebagai mitra rumah sakit berpotensi menghentikan distribusi, apabila pembayaran tidak berjalan sesuai komitmen.
“Komponen utama dalam pelayanan kesehatan itu adalah obat dan bahan habis terpakai. Kalau itu terganggu, maka pelayanan juga akan terganggu,” katanya.
Irwan merinci, pembayaran Rp19,2 miliar tersebut mencakup utang pengadaan obat yang tercatat sejak Mei hingga November 2025.
Dengan pelunasan tersebut, pihaknya berharap hubungan kerja sama dengan perusahaan farmasi kembali normal, termasuk pencabutan status pemblokiran distribusi obat yang sebelumnya sempat diberlakukan akibat tunggakan pembayaran.
“Dengan ini, tidak ada lagi istilah diblokir atau dikunci, karena mitra bisa melihat kepatuhan kita dalam membayar utang. Yang jelas, mekanisme di rumah sakit itu memang berutang dulu, baru dibayar. Sebelumnya, pembayaran utang obat terakhir itu pada Mei 2025,” pungkas Irwan.






Alamat Redaksi :