Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Badan Anggaran (banggar) DPRD Parigi Moutong, mengkritisi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil yang dinilai belum optimal sehingga tidak mencapai target pendapatan yang ditetapkan pada tahun ini.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi II Moh. Fadli, dalam rapat Banggar untuk Proyeksi 2027 yang dipimpin Wakil Ketua Banggar, Sayutin Budianto, Kamis 13 Agustus 2026.
Moh. Fadli mengatakan, sebelumnya di rapat Komisi II yang membahas KUA PPAS dan realisasi anggaran prognosis enam bulan tahun 2026, pihaknya menemukan sejumlah OPD penghasil yang masih jauh dari target capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Banyak yang masih perlu dibicarakan untuk proyeksi pendapatan tahun 2027, jika melihat daftar target tahun 2026. Misalnya sektor pasar, kita proyeksikan pendapatan Rp1,3 miliar PAD yang dikejar tetapi sampai akhir Triwulan satu tahun 2026 capaian realisasi baru 12,9 persen, rendah sekali,” ucap Fadli.
Fadli juga mencontohkan, Dinas Koperasi UKM menetapkan target pendapatan Rp30 juta tetapi disaat yang sama menetapkan besaran upah penarik retribusi sama besarnya, yaitu Rp30 juta.
Sehingga kata Fadli, OPD harus diikutkan dalam rapat banggar sehingga pembahasan target PAD bisa bahas bersama.
Menurut dia, problemnya adalah penetapan target jauh dari rasio data dan potensi, sehingga realiasianya jauh dari apa yang sudah ditetapkan.
“Ini kan unik, lembaga pemerintah yang besar dengan segala sumber dayanya terjadi sistem yang lemah di sektor PAD seperti itu. Maka kita harus bicara by data, kita mengacu ke KUA PPAS yang seiring berjalan waktu pasti terjadi perkembangan sehingga harus membaca dengan cepat dan teliti agar kebijakan ini mampu mengatasi problem efisensi yang terjadi,” tandasnya.
Menanggapi itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, mengatakan, jika diminta pihaknya siap menghadirkan seluruh OPD dalam pembahasan anggaran 2027 bersama DPRD.
“Kalau kami selalu berpedoman pada potensi, kalau potensi ada sebenarnya bisa dicapai tinggal caranya agar potensi itu dimaksimalkan menjadi pendapatan yang riil,” ujar Irwan, ditemui usai rapat Banggar.
Irwan mengakui, sesuai kondisi lapangan memang ada beberapa sektor yang belum maksimal sehingga perlu untuk dikawal bersama antara eksekutif dan legislatif.
“Saya sarankan agar OPD dihadirkan semua supaya ada kesamaan dan singkron. Satu upaya yang paling baik kalau tidak tercapai PAD nya maka anggaran belanjanya dikurangi. Tetapi belum maksimal diterapkan. Kalau OPD dihadirkan angkanya sama, jangan sampai lain disampaikan di Bapelitbangda, lain di Bapenda dan lain di DPRD. sehingga bisa kelihatan angkanya dan buat berita acara,” ucap Irwan.






Alamat Redaksi :