Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menggelar rapat kerja (Raker) bersama pemerintah kecamatan yang dipusatkan di Kantor Camat Moutong, Senin 27 April 2026.
Dalam raker tersebut, Bupati Erwin mendorong optimalisasi program Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, khususnya dalam meningkatkan capaian swasembada pangan.
Bupati Erwin juga menyampaikan, Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan program percetakan sawah seluas 1.000 hektare. Namun dari total yang telah berkontrak sekitar 421 hektare, realisasi di lapangan baru mencapai kurang lebih 200 hektare.
“Kendala dalam realisasi program tersebut salah satunya soal lahan. Ini sangat disayangkan karena anggarannya sudah siap,” kata dia.
Olehnya, ia meminta dukungan pemerintah kecamatan maupun desa untuk segera mengusulkan lahan yang memenuhi syarat agar program cetak sawah dapat direalisasikan secara maksimal.
“Jika ada lahan yang memenuhi syarat untuk program cetak sawah ini, segera diusulkan untuk realisasi tahap berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya memaparkan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalokasikan bantuan benih jagung tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan.
“Kalau swasembada beras sudah kita capai, sekarang tujuannya swasembada jagung lagi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, benih jagung yang telah diterima sebanyak 33,8 ton atau setara dengan kebutuhan lahan seluas 2.256 hektare, yang saat ini masih menunggu hasil uji dari Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara untuk benih padi, dialokasikan seluas 13.089 hektare atau setara 351 ton varietas M-Tani yang memiliki masa panen sekitar 80 hari.
“Dari 10 titik RJIT yang telah direalisasikan pada 2026, kemungkinan akan bertambah. Saat ini masih dilakukan pendataan CPCL,” jelasnya.
Dadan juga meminta pemerintah desa untuk segera mengusulkan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) terkait berbagai program pertanian.
“Kami minta kepada kepala desa yang hadir dalam rapat kerja ini untuk segera mengajukan CPCL, baik itu RJIT, embung, parit, maupun irigasi perpompaan dan perpipaan. Program ini penting untuk mengantisipasi dampak El Nino,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar petani dapat lebih siap menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada April hingga September 2026 berdasarkan prakiraan BMKG.
Selain itu, Kementan juga mengalokasikan program peremajaan kakao seluas 6.250 hektare dengan total 6.250.000 batang bibit. Tahap pertama telah disalurkan sebanyak 2.500.000 batang, sementara sisanya akan didistribusikan pada tahap berikutnya.
Untuk komoditas kelapa, Parimo juga mendapatkan bantuan peremajaan sebanyak 500 bibit, dari total paket 2.000 bibit yang tersedia.
“Tapi paketnya 2.000 bibit. Artinya masih ada 1.500 bibit yang membutuhkan CPCL untuk peremajaan kelapa, khususnya di Kecamatan Moutong yang memiliki potensi kelapa,” kata Dadan.
Dadan menambahkan, program cetak sawah yang telah berjalan saat ini berlokasi di dua desa di Kecamatan Taopa, meski pelaksanaannya belum sepenuhnya rampung.
“Programnya belum selesai karena dari pihak TNI belum siap menyelesaikan seluruhnya. Dari penjelasan Kementerian, kemungkinan ke depan akan menggunakan mekanisme e-katalog,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati Parigi Moutong didampingi seluruh kepala OPD di jajaran Pemda Parigi Moutong, serta dihadiri pemerintah Kecamatan Taopa dan Moutong bersama sejumlah kepala desa.


Alamat Redaksi :