Target Tiga Besar Sulteng, Dispusarda Parigi Moutong Genjot Indeks Literasi 2026

Penjelasan Kadishub Syamsu, Rencana Alih Fungsi Pelabuhan Penyeberangan Toboli Jadi Dermaga Wisata
FOTO : Kepala Dispusarda Parigi Moutong, Syamsu Nadjamudin

Parigi Moutong, Zenta InovasiDinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kabupaten Parigi Moutong menargetkan peningkatan signifikan untuk Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) pada 2026. Saat ini, Parigi Moutong masih berada di 10 besar se-Sulawesi Tengah dan itu masuk kategori rendah.

Kepala Dispusarda Parigi Moutong, Syamsu Nadjamudin, menyebut kondisi tersebut memprihatinkan dan menjadi pekerjaan rumah besar tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Sangat memprihatinkan, ada ketidakpedulian melihat perpustakaan ini bagian dari pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya, ditemui di ruang kerjanya, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menegaskan, pada 2026 pihaknya menargetkan Parigi Moutong mampu menembus tiga besar indeks literasi di tingkat provinsi. Untuk mencapai target tersebut, Dispusarda menyiapkan sejumlah terobosan, baik dalam pelayanan fisik maupun nonfisik.

Salah satu strategi utama adalah aktivasi kunjungan perpustakaan berbasis digitalisasi. Dengan sistem digital, data pengunjung akan terpantau secara rinci berdasarkan usia, frekuensi kunjungan, hingga partisipasi dalam kegiatan literasi.
“Kita akan membaca kenaikan pengunjung dari hari ke hari atau minggu ke minggu secara terdata,” jelasnya.

Selain itu, Dispusarda juga akan menggelar berbagai kegiatan literasi untuk pelajar dan komunitas secara bertahap, guna meningkatkan minat baca dan keterlibatan generasi muda.

Syamsu berharap gedung perpustakaan yang representatif dapat menjadi ruang nyaman yang memadukan unsur edukasi dan wisata literasi. Bahkan kata dia, potensi kawasan sekitar seperti hutan kota di belakang gedung perpustakaan akan dimanfaatkan untuk mendukung suasana belajar yang lebih menarik.

Tak hanya itu, penguatan literasi juga akan dilakukan hingga tingkat desa. Dari total 278 desa, belum mencapai setengah yang memiliki Bunda Literasi. Pada 2026, Dispusarda Parigi Moutong menargetkan pembentukan Bunda Literasi setidaknya mencapai 75 persen.

“Jika ada Bunda Literasi di setiap desa, tanggung jawab menghidupkan pojok baca dan ruang publik desa bisa terwujud,” katanya.

Syamsu menambahkan, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Perpustakaan Provinsi serta berbagai elemen masyarakat, termasuk pegiat literasi dan jurnalis.

“Kita berkolaborasi untuk menaikkan indeks literasi masyarakat Parigi Moutong. Kita bisa capai tiga besar kalau semua pihak bekerja sama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *