Parigi Moutong, Zenta Inovasi — Pemerintah Daerah telah melakukan penarikan personel sekaligus pembubaran Posko Terpadu Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan yang berlokasi di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis, 12 Februari 2026.
Demikian kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai ST, M,Si dihubungi, Jumat 13 Februari 2026.
“Karena status siaga untuk seluruh kabupaten, sementara Posko terpadu didirikan untuk penanganan di Avolua dan sekitarnya,” ucap Rivai.
kata dia, pembubaran Posko Terpadu tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam kesempatan tersebut, penyampaian ucapan terima kasih dan apresiasi diberikan kepada seluruh unsur yang terlibat, baik Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi, TRC BPBD Kabupaten, TNI, Polri, Dinas Sosial/Tagana, BPBPK, PUPRP Kabupaten, TPHP, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), MDMC, Aparat Kecamatan dan Desa serta masyarakat.
Kata Rivai, semua pihak telah menunjukan dedikasi dan kerja keras dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Meskipun demikian, BPBD menegaskan bahwa status siaga karhutla dan kekeringan hingga saat ini masih tetap berlaku. Status siaga tersebut ditetapkan hingga 28 Februari 2026.
Penarikan personel dan pembubaran Posko Terpadu dilakukan seiring dengan menurunnya intensitas kejadian kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di sejumlah wilayah.
Namun, potensi bencana masih tetap diwaspadai mengingat kondisi cuaca dan lingkungan yang belum sepenuhnya stabil. BPBD Kabupaten Parigi Moutong tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya.




Alamat Redaksi :