Dikbud Parigi Moutong Genjot Validasi Dapodik SD dan SMP

Sumber Foto: Kegiatan Sinkronisasi dan Validasi Dapodik SD dan SMP, (Tantri/ZI)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Guna memastikan seluruh data satuan pendidikan akurat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar kegiatan sinkronisasi dan validasi data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi puluhan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Manajemen SD, Ibrahim, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SD, Masita, kepada media ini Senin 26 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, validasi Dapodik merupakan hal penting karena menjadi jantung administrasi sekolah. Jika data tidak valid sebelum penutupan aplikasi pada akhir Januari, sekolah akan menghadapi berbagai kendala serius, mulai dari operasional hingga nasib siswa dan pengajar.

​”Data Dapodik ini adalah data pokok Dinas Pendidikan yang harus divalidkan. Karena ketika tidak valid, sekolah pasti tidak bisa menerima dana BOS, guru tidak bisa sertifikasi, dan siswa tidak bisa mengikuti ujian maupun mendapatkan ijazah. Salah satunya juga kita akan melaksanakan TKA bulan depan, itu kalau tidak valid Dapodiknya, tidak bisa jalan,” ujarnya.

Masita mengungkapkan, peserta yang diundang dalam kegiatan selama dua hari ini adalah sekolah-sekolah yang datanya masih bermasalah atau belum sinkron.

Menurutnya, salah satu pemicu utama tidak validnya data saat ini adalah, adanya pergeseran jabatan kepala sekolah hasil pelantikan baru-baru ini.

​”Mereka harus melakukan validasi dan sinkronisasi karena ada kepala sekolah lama yang dipindahkan ke sekolah baru. Jadi datanya dipindahkan untuk divalidkan. Kalau data kepala sekolahnya tidak sinkron, maka pendataan TKA juga otomatis tidak valid,” jelasnya.

Selain masalah mutasi kata ia, sekolah yang saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) juga menjadi prioritas dalam sinkronisasi ini.

Tercatat sebanyak 79 sekolah hadir pada hari pertama, disusul 87 sekolah pada hari kedua, yang melibatkan kepala sekolah serta operator masing-masing.

Masita menambahkan, mengingat aplikasi Dapodik akan segera merilis versi terbaru Versi C dan melakukan penutupan sistem pada 31 Januari, Masita menekankan pentingnya percepatan update data.

Ia berharap melalui kegiatan ini, seluruh satuan pendidikan memiliki data yang bersih dan akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *