Palu, Zenta Inovasi – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, Moh. Iqbal, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan agar tidak berujung pada bencana.
Hal tersebut disampaikan Moh. Iqbal dalam kegiatan pelatihan Jurnalistik Menulis untuk Menyelamatkan Alam, kolaborasi AMSI bersama PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, di Palu, Kamis 8 januari 2026.
Menurutnya, isu lingkungan kerap bersifat kontradiktif dengan kepentingan masyarakat maupun investasi, sehingga membutuhkan peran media yang konsisten, kritis, dan edukatif.
“Isu lingkungan sering kali diabaikan, padahal dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat,” ujar Iqbal.
Pada kesempatan itu, Iqbal juga mengapresiasi sinergi antara AMSI dan DSLNG telah terjalin sejak lama, terutama dalam mendukung penguatan kapasitas jurnalis.
Salah satu fokus utama kerja sama tersebut, menurutnya penting dalam membangun kesadaran dan ideologi bersama dalam penulisan isu lingkungan yang lebih humanis, berdampak bagi masyarakat dan juga menarik bagi pembaca.
Iqbal juga menilai, jurnalis masih perlu terus belajar, khususnya dalam memahami isu mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
Sebab kata dia, dengan pemahaman yang baik, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga turut berpartisipasi aktif dalam menjaga alam.
“Menulis isu lingkungan harus dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, agar pesan pelestarian alam bisa sampai ke masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, dalam sambutanya menyampaikan bahwa, kepedulian terhadap isu lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas industri migas.
Meski demikian Ia mengakui, industri migas kerap lekat dengan isu pencemaran, sehingga komitmen menjaga lingkungan menjadi hal yang mutlak.
“Menjaga lingkungan adalah keseharian kami di DSLNG. Upaya pelestarian dan pengendalian lingkungan terus kami lakukan agar kegiatan produksi tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Adhika.
Ia menambahkan, komitmen menjaga lingkungan tidak hanya menjadi jargon perusahaan, tetapi diterapkan dalam praktik kerja sehari-hari, termasuk dengan melibatkan seluruh karyawan.
Sehingga kata dia, DSLNG juga berharap upaya yang telah dilakukan dapat menular ke berbagai pihak, termasuk insan pers.
“Kami ingin apa yang sudah kami lakukan bisa menginspirasi semua pihak, untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” tutupnya.
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan Pimpinan Redaksi National Geographic Indonesia, Didi Kaspl Kasim selaku pemateri, dan akan berlangsung selama dua hari (8-9 Januari) 2026.
kegiatan ini diharapkan menjadi ruang diskusi dan pembelajaran bagi jurnalis Sulawesi Tengah dalam memperkuat peran media sebagai garda terdepan penyampai isu lingkungan dan mitigasi bencana kepada publik.

Alamat Redaksi :