Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Sektor ketahanan pangan menjadi faktor penting yang mendukung terlaksananya program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Parigi Moutong.
Hal itu disebabkan, dalam program MBG tersebut hampir 90 persen, mengandalkan bahan pangan lokal.
Terkait itu, pihak Dinas Ketahanan Pangan memastikan bahwa Parigi Moutong mampu mendukung program MBG.
Hal itu berdasarkan hasil analisa produksi pangan setiap tahun, diantaranya beras serta pangan lainnya terus mengalami surplus.
Meski disebut surplus, namun terdapat pangan lainnya masih kategori cukup seperti sayuran, sedangkan yang benar-benar mengalami kekurangan yaitu ketersediaan daging ayam dan telur.
Kedua pangan tersebut alami kekurangan diakui karena disebabkan rendahnya minat masyarakat untuk beternak. Sehingga kebutuhan kedua pangan itu masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Sekdis Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Nurhidayah Rahmah mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan pangan pada pelaksanaan program MBG kedepan dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Analisa kita,beras kita surplus, pangan lainnya juga masih surplus, yang kurang kemarin kita yaitu daging ayam. Kita juga berkoordinasi dengan dinas peternakan ternyata memang peternak- peternak kita masih kurang, telur juga demikian jadi masih ada dropingan dari kota Palu ataupun dari Makassar juga masih ada kita lihat, itu memang tugas kita untuk meriset surplus minesnya bahan pangan yang tersedia di Parigi Moutong” ujar Nurhidayah Rahmah sekdis ketahanan pangan
Sehingga kata dia, program unggulan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan sesuai target yaitu untuk memberikan seluruh anak Indonesia makan bergizi gratis.






Alamat Redaksi :