Verfikasi Data BPBD, 92 Bangunan Terdampak Gempa di Parigi Moutong Didominasi Rusak Ringan

Keterangan Foto: Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, melaporkan data hasil verfikasi bangunan terdampak gempa bumi 6,7 SR dan banjir di 12 desa. Bertempat di Posko induk halaman Kantor BPBD, Senin 22 Juni 2026 (Muh.Aldy)

Parigi Moutong, Zenta InovasiBPBD Parigi Moutong, telah selesai melakukan verifikasi data bangunan terdampak gempa 6,7 SR yang mengguncang sebagian wilayah Sulawesi Tengah pada 16 Juni lalu.

Berdasarkan hasil verifikasi, di Parigi Moutong tercatat sebanyak 92 bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas satu rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan sisanya rusak ringan.

Bacaan Lainnya

Demikian kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, saat membuka rapat peninjauan lokasi terdampak bencana yang dipimpin langsung Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, di halaman Kantor BPBD setempat, Senin 22 Juni 2026.

Rivai menegaskan, data kerusakan tersebut telah dikunci dan disampaikan kepada BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk proses evaluasi lebih lanjut.

“Data tersebut akan menjadi dasar dalam penentuan bantuan, namun masih harus melalui tahapan verifikasi lanjutan,” jelasnya.

Lanjut dia, berdasarkan hasil verifikasi, terdapat 10 fasilitas umum yang juga mengalami kerusakan ringan, di antaranya rumah ibadah serta gedung perkantoran, termasuk Kantor DPRD Parigi Moutong. Rincianya, bangunan yang rusak terdiri atas 87 rumah, tiga pagar, empat gedung tempat ibadah, satu kios, dan satu rumah kos.

Berdasarkan data, ada 96 kepala keluarga atau 323 jiwa yang terdampak. Wilayah dengan dampak terbesar berada di Desa Bambalemo Ranomaisi, Kecamatan Parigi, dengan 15 bangunan rusak dan 37 jiwa terdampak.

Disusul Desa Torue dengan 14 bangunan rusak dan 39 jiwa terdampak, Desa Dolago Padang dengan 11 bangunan rusak dan 46 jiwa terdampak, serta Desa Boyantongo dengan 10 bangunan rusak dan 42 jiwa terdampak.

Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan sosial, meliputi satu masjid, satu gereja, dua pura, dua kantor pemerintahan, serta satu sekolah. Juga, kerusakan terjadi pada jaringan air bersih, drainase, bronjong sungai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *