Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Erwin Burase didampingi wakil Bupati Abdul Sahid, bersama DPRD, Forkopimda dan BPBD serta jajaran OPD terkait meninjau sejumlah desa yang terdampak banjir, Senin 22 Juni 2026.
Kunjungan pertama dilakukan di Desa Lobu Mandiri Kecamatan Parigi Barat. Bupati dan rombongan melihat langsung jembatan penghubung desa di Dusun III yang rusak berat akibat diterjang banjir Sabtu (20/6) malam. Selain jembatan, saluran air di Dusun I Lobu Mandiri juga jebol.
Menurut Erwin, perbaikan infrastruktur fasilitas umum seperti jembatan yang menjadi akses utama masyarakat, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Diketahui di Desa Lobu Mandiri, terdapat dua unit jembatan yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan darurat agar akses masyarakat dapat kembali normal sambil menunggu penanganan permanen.
Setelah dari Desa Lobu Mandiri, Bupati dan rombongan bertolak ke Desa Pombalowo Kecamatan Parigi, mengunjungi warga terdampak yang sempat mengungsi di Musala pada minggu malam kemarin.
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan membagikan paket sembako berupa beras, minyak dan gula pasir kepada warga terdampak.
“Alhamdulillah masyarakat yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah. Saat ini yang perlu dimaksimalkan adalah pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, selain layanan kesehatan, penyediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak juga merupakan kebutuhan mendesak.
“Kami telah berkoordinasi dengan PMI untuk menyiapkan tangki dan penampungan air guna memenuhi kebutuhan warga,” ucapnya.
Setelah mengunjungi Pombalowo, Bupati dan rombongan menuju Desa Dolago Padang dan Desa Masari Kecamatan Parigi Selatan melihat kerusakan talang air yang menganggu pasokan air ke area persawahan dan perkebunan.
Di dua desa ini, Dolago dan Masari Bupati menekankan perlunya penambahan alat berat mengingat luasnya dampak banjir yang merusak area persawahan dan perkebunan.
Saat ini satu unit alat berat telah bekerja di lokasi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu berencana menambah dua unit alat berat untuk mempercepat penanganan.
“Kami juga mempertimbangkan menambah alat berat karena dampaknya cukup luas. Dari data yang ada, sekitar 148,1 hektare lahan di dua desa terdampak banjir. Ini harus segera ditangani, apalagi kondisi cuaca masih berpotensi hujan,” ujar dia.
Kemudian rombongan Bupati meninjau kerusakan jembatan desa Tolai Kecamatan Torue. Diketahui jembatan ini menghubungkan Desa Tolai,Tolai Timur, Balinggi Jati, Lebagu, malakosa dan Tumpapa.
Lalu peninjauan dilanjutkan di Desa Balinggi Jati dan Desa Lebagu, yang sebagian besar terdampak area persawahan dan perkebunan.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD, sekitar 80 hekatare lahan pertanian dan 50 hektare lahan perkebunan terkena dampak banjir. Dinas Ketahanan Pangan juga secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada warga terdampak di Lebagu.
Menurutnya, langkah antisipasi jika terjadi banjir susulan, Pemerintah daerah saat ini melakukan normalisasi sungai dan pemasangan geobag pada sejumlah titik rawan. Selanjutnya akan dilakukan pemasangan bronjong untuk memperkuat bantaran sungai yang mengalami kerusakan.
“Di beberapa lokasi terdapat tikungan aliran sungai yang menyebabkan air meluap ke area pertanian. Titik-titik seperti itu harus segera ditangani agar air tidak kembali masuk ke sawah masyarakat,” jelas Erwin.
Saat melakukan peninjauan, Bupati Erwin Burase menekankan, perlu gerak cepat dan terpadu seluruh jajaran OPD dan lembaga terkait, untuk mempersiapkan upaya pemulihan infrastruktur, lahan pertanian, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan.






Alamat Redaksi :