Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Muhammad Basuki, meminta agar Pasar Tematik yang berada di lokasi Eks Sail Tomini dievaluasi.
Menurutnya, Pasar Tematik ini harus berjalan sesuai apa yang direncanakan, yakni menjadi ikon pasar komoditas unggulan.
Ia menilai, Pasar Tematik saat ini telah beralih fungsi menjadi pasar mingguan biasa, tidak seperti apa yang sebelumnya diwacanakan.
Basuki mengatakan, perubahan fungsi ini akan berdampak buruk , mengingat proyek tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Berulang kali saya bertanya, jangan-jangan pasar tematik ini hanya akan menjadi pasar tradisional atau pasar mingguan. Sekarang terbukti, yang muncul di sana justru pasar minggu, bukan pasar tematik sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Basuki mengingatkan agar OPD terkait menjalankan pasar tersebut seperti perencanaan awal, menjadi etalase bagi Parigi Moutong yang telah dikenal luas oleh Kementerian sebagai “Kabupaten Durian”.
Ketidaksesuaian antara perencanaan dan realitas di lapangan dianggap dapat mencoreng kredibilitas pemerintah daerah di mata pemerintah pusat.
”Kalau sistem pemanfaatannya saya tidak masalah, cuma kalau perencanaan berbeda dengan aktualisasi, ini akan berbahaya. Ini bisa mencoreng nama baik kita, apalagi ini dana DAK dari Kementerian. Harusnya di sana ditempatkan produk unggulan seperti durian, tapi akhirnya malah jadi pasar mingguan. Itu yang saya soroti, mohon ini dievaluasi,” tandasnya.
Basuki juga menyoroti ketidaksiapan infrastruktur pendukung, terutama terkait pengelolaan limbah. Ia berkaca pada kondisi pasar tradisional yang ada saat ini, di mana penanganan sampah dinilai masih jauh dari kata maksimal.
”Pengolahan sampah kita di pasar tradisional saja belum maksimal, apalagi sekarang kita memunculkan lagi pasar baru. Ini yang saya khawatirkan akan menambah beban masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan konsep yang jelas,” tegasnya.
Alamat Redaksi :