Hestiwati Apresiasi Keaktifan Bunda PAUD, Minta Pengisian Portal Pijar Dioptimalkan

Keterangan Foto: Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Dr. Hestiwati Nanga Erwin, S.K.M., M.Kes.,memberikan sambutan pada kegiatan Gebyar PAUD di halaman Kantor Bupati, Sabtu 31 Oktober 2026. (Foto: Muh Aldy)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Dr. Hestiwati Nanga, S.K.M., M.Kes., mengapresiasi keaktifan para Bunda PAUD dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Ia juga meminta seluruh Bunda PAUD di setiap tingkatan agar mengoptimalkan pengisian portal Pijar sebagai sarana pelaporan dan pemantauan aktivitas.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Hal tersebut disampaikan Hestiwati dalam sambutannya pada kegiatan Gebyar PAUD 2026 di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu 31 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, portal Pijar merupakan portal digital resmi Direktorat PAUD Kemendikdasmen yang menjadi wadah berbagi inspirasi, informasi, dan praktik baik Bunda PAUD di seluruh Indonesia. Aplikasi tersebut juga digunakan untuk memantau keaktifan Bunda PAUD melalui pelaporan dan pengisian aktivitas.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Direktorat Mutu Pendidikan di Palu, Kabupaten Parigi Moutong tercatat sebagai daerah paling aktif dalam pengisian akun Pijar di antara 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

“Saya meminta maaf kalau terkadang sedikit cerewet di kelompok kerja maupun grup. Tetapi jangan menyepelekan aplikasi yang sudah dibuat oleh kementerian. Aplikasi tersebut tentu memiliki fungsi untuk memantau sejauh mana keaktifan kita dalam menyukseskan PAUD,” ujarnya.

Hestiwati menegaskan, peran Bunda PAUD tidak hanya sebatas jabatan atau simbol, tetapi memiliki tanggung jawab dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Menurutnya, terdapat tiga peran utama yang harus dijalankan, yakni sebagai motivator, fasilitator, dan komunikator.

Peran tersebut perlu diwujudkan melalui keterlibatan aktif Bunda PAUD mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga kelurahan, terutama dengan membangun komunikasi bersama guru dan pengelola satuan PAUD di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai kita menjadi Bunda PAUD desa, tetapi kepala satuan PAUD di desa tersebut tidak mengenal kita. Karena itu, kita harus membangun komunikasi dan meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana mewujudkan PAUD yang berkualitas,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh Bunda PAUD terus meningkatkan pemahaman mengenai penyelenggaraan PAUD yang berkualitas dan bermutu. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan fungsi pendampingan dan mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.

Hestiwati mencontohkan penampilan defile peserta Gebyar PAUD yang memperlihatkan perbedaan jumlah dan tingkat partisipasi dari masing-masing wilayah. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi salah satu gambaran keterlibatan Bunda PAUD dalam menggerakkan kegiatan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Ia menegaskan, amanah sebagai Bunda PAUD harus dijalankan dengan komitmen dan tanggung jawab, bukan sekadar menerima surat keputusan atau mengikuti pelantikan.

“Jangan sampai kita hanya diberikan SK dan dilantik, tetapi tidak menjalankan tanggung jawab. Kita harus memiliki komitmen terhadap peran yang diberikan kepada kita,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *