Bupati Erwin Tegaskan Pemda Parigi Moutong Siap Dukung Wajib Belajar 13 Tahun

Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase saat memberikan sambutan pada kegiatan Gebyar PAUD 2026 di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu 31 Oktober 2026. (Foto: Muh.Aldy)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menegaskan pemerintah daerah harus mempersiapkan dukungan terhadap kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurut Erwin, kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat fondasi pendidikan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Karena itu, kata Bupati, pelaksanaannya perlu diikuti kesiapan pemerintah dalam menyediakan tenaga pendidik, fasilitas bermain, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Hal tersebut disampaikan Erwin saat memberikan sambutan pada kegiatan Gebyar PAUD 2026 di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu 31 Oktober 2026.

“Kalau pemerintah sudah mengkategorikan wajib, tentu pemerintah juga sudah harus mempersiapkan segala kebutuhan yang ada di dalamnya, baik gurunya, fasilitas bermain maupun suasana yang bisa menjamin suasana aman, nyaman dan baik bagi anak-anak untuk belajar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pendidikan prasekolah selama satu tahun bukan hanya bertujuan mempersiapkan anak mengenal huruf dan angka. Lebih dari itu, PAUD berperan membangun kesiapan fisik, sosial, emosional, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, serta membentuk karakter dan kebiasaan positif anak.

Dengan pembinaan sejak usia dini, anak diharapkan lebih siap ketika memasuki pendidikan dasar dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bunda PAUD serta seluruh tenaga pendidik PAUD atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendidik anak-anak.

Ia mengakui, pendidikan anak usia dini bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan ketulusan, kesabaran, kreativitas, dan komitmen tinggi.

“Bapak dan Ibu bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga sedang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, membangun kepercayaan diri dan meletakkan dasar masa depan generasi penerus Kabupaten Parigi Moutong yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Terkait dukungan sarana dan prasarana, Erwin menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat sekitar 45 lembaga PAUD yang memperoleh program revitalisasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang hanya menjangkau dua lembaga.

Ia berharap jumlah penerima program tersebut terus bertambah agar semakin banyak lembaga PAUD di Parigi Moutong yang memiliki lingkungan belajar layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak.

Erwin mengatakan, pemerintah daerah akan kembali berupaya mengusulkan dukungan kepada pemerintah pusat agar lebih banyak lembaga PAUD di Parigi Moutong memperoleh program revitalisasi pada tahun berikutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *