Dinkes dan Tim INEY Perketat Pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Parigi Moutong

Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Zenta Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong bersama Tim Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II memperketat pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita di tingkat Posyandu.

Lewat pendampingan berkala di Kecamatan Siniu dan Ampibabo pada 8–10 September 2026, tim mengevaluasi akurasi data penimbangan hingga kesiapan para kader.

Bacaan Lainnya

Saat mendampingi Posyandu Melati di Desa Marantale dan SMKN 1 Siniu, Tim INEY Kecamatan Siniu, Wery Aslinda, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya penanganan kasus gizi secara tuntas dan berkelanjutan.

​”Intervensi terhadap anak yang mengalami masalah gizi harus dilakukan secara maksimal hingga kondisi anak benar-benar membaik. Edukasi pola asuh di lingkungan keluarga menjadi kunci agar perbaikan gizi tidak berhenti di layanan Posyandu saja,” ujar Wery.

Sementara itu, penelusuran di Posyandu Melati Tombi dan Posyandu Sayang Ibu Desa Paranggi mengungkap tantangan ketepatan data akibat alat ukur yang belum memenuhi standar serta tingginya pergantian kader.

Ketua Tim INEY Kecamatan Ampibabo, Putu Candriasih, SST., M.Kes., mengingatkan pentingnya akurasi pengukuran untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.

​”Pemantauan pertumbuhan bukan hanya soal menimbang dan mengukur, tetapi bagaimana memastikan hasil pengukuran benar agar kondisi anak dapat diketahui secara tepat. Kader perlu memahami teknik yang benar dan aktif mengedukasi masyarakat terkait pencegahan stunting serta pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD),” jelas Putu.

​Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Desa Tombi berkomitmen mengalokasikan Dana Desa untuk pengadaan alat ukur Posyandu yang sesuai standar.

Evaluasi berkala ini diharapkan memastikan seluruh temuan gizi buruk maupun stunting langsung mendapatkan penanganan medis dan edukasi yang tepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *