Bunda PAUD Parigi Moutong Ajak Semua Pihak Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun Sejak Prasekolah

Keterangan Foto: Bunda Paud Kabupaten Hestiwati Nanga Erwin membuka kegiatan sekaligus memberikan materi pada kegiatan sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun , 1 Tahun Pra Sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Rabu 9 September 2026. (Elly/ZI)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam menyukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali dengan satu tahun pendidikan prasekolah.

Ajakan tersebut disampaikan Hestiwati saat membuka Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Prasekolah yang diselenggarakan Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 9 September 2026, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Hestiwati menyampaikan, keberhasilan sebuah program pendidikan tidak dapat dicapai secara instan. Sosialisasi yang dilakukan secara baik, sabar, dan berkelanjutan menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pendidikan bagi anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan memulai pendidikan dengan baik sejak dini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan pada dasarnya merupakan masa depan anak-anak. Karena itu, perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus dimulai sejak sekarang sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.

Namun, menurut Hestiwati, pendidikan bukan satu-satunya aspek yang harus diperhatikan. Anak-anak yang diharapkan tumbuh menjadi generasi cerdas harus terlebih dahulu mendapatkan dukungan untuk tumbuh sehat dan berkembang secara seimbang.

“Anak yang kita harapkan menjadi generasi yang pintar dan cerdas harus sehat terlebih dahulu. Selain itu, keseimbangan dalam tumbuh dan berkembang juga harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Ia menilai, meskipun target Generasi Emas Indonesia 2045 masih membutuhkan perjalanan panjang, setiap pihak memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dimulai dari saat ini.

Salah satunya dengan terus membangun kesadaran masyarakat dan orang tua agar memberikan kesempatan pendidikan yang baik kepada anak-anak, termasuk memastikan anak memperoleh hak untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan lingkungan yang mendukung.

Hestiwati juga menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah atau satuan pendidikan. Rumah dan lingkungan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar dan membentuk karakter.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting karena anak-anak cenderung mudah menyerap, mengingat, dan meniru berbagai hal yang mereka lihat maupun alami dalam kehidupan sehari-hari.

“Lingkungan keluarga harus menjadi tempat pertama yang memberikan contoh, perhatian, kasih sayang, serta pembiasaan yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, apa yang diajarkan dan dilakukan di sekolah harus mendapat dukungan dari keluarga. Sebab, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara satuan pendidikan, orang tua, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Karena itu, Hestiwati mengajak seluruh pihak untuk tidak memandang kegiatan sosialisasi tersebut sebagai agenda seremonial semata, melainkan sebagai ruang untuk membangun langkah dan aksi nyata dalam memperkuat pendidikan anak usia dini.

Ia mengajak pemerintah kecamatan dan desa, satuan pendidikan, guru PAUD, komite sekolah, orang tua atau wali murid, serta unsur masyarakat lainnya untuk mengambil peran sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada bagaimana komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dibangun oleh seluruh pihak,” tegasnya.

Menurut Hestiwati, tidak ada peran yang terlalu kecil ketika berbicara tentang masa depan anak-anak. Setiap bentuk perhatian yang diberikan, termasuk kasih sayang dan pendampingan dari orang tua, memiliki arti penting dalam proses tumbuh kembang mereka.

Anak-anak, lanjutnya, membutuhkan perhatian dan kasih sayang setiap hari. Dari lingkungan keluarga, mereka mulai belajar mengenal kehidupan, membangun rasa aman, serta membentuk karakter.

“Anak-anak hari ini adalah masa depan bangsa dan masa depan Kabupaten Parigi Moutong. Apa yang kita berikan kepada mereka sejak usia dini akan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka pada masa yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui Program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah dan bangsa dimulai dari memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar dan berkembang sejak usia dini.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, dan menghadirkan pemateri dari akademisi dan Bunda Paud Kabupaten. Peserta kegiatan adalah Pokja Bunda Paud Kecamatan, Guru Paud dan Orang Tua/ Wali murid Satuan Paud.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *