Anleg Irfain: Tambang Emas Ilegal Rusak Program Cetak Sawah di Tinombo Selatan

Anleg Irfain: Tambang Emas Ilegal Rusak Program Cetak Sawah di Tinombo Selatan
Foto: Anggota DPRD Parigi Moutong, Mohammad Irfain. (Gali/theopini)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi –  Program bantuan cetak sawah baru dari pemerintah pusat di Kecamatan Tinombo Selatan dilaporkan rusak akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Siaga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong dari Fraksi Perindo, Mohammad Irfain, dalam rapat paripurna pembahasan awal empat raperda, Senin, 15 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Irfain menjelaskan, secara nasional Kabupaten Parigi Moutong  telah diakui negara sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Indonesia.

“Buktinya, kita mendapatkan bantuan cetak sawah baru seluas 500 hektare dari pemerintah pusat,” ujar Irfain.

Dari ratusan hektare lahan tersebut, Kecamatan Tinombo Selatan turut menerima alokasi bantuan. Namun, maraknya aktivitas PETI di berbagai wilayah Parigi Moutong kini menjadi ancaman nyata bagi program ketahanan pangan.

Menurut Irfain, proyek strategis nasional untuk meningkatkan pasokan pangan masyarakat ini terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah karena minimnya penindakan tegas di lapangan.

“Hal ini menandakan adanya pembangkangan di tingkat daerah terhadap program nasional ketahanan pangan,” bebernya.

Ia menegaskan, pembukaan lahan sawah baru di Kecamatan Tinombo Selatan posisinya sangat berdekatan dengan area pertambangan emas ilegal. Aktivitas pengurukan ilegal tersebut dinilai berdampak langsung merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) serta infrastruktur irigasi yang mengairi lahan pertanian warga.

“Padahal sudah dijelaskan aktivitas pertambangan tidak boleh berdampingan dengan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) tetapi faktnya yang terjadi adalah sebuah penghinaan terhadap program presiden,” tuturnya.

Ia menambahkan, apabila terjadi gagal panen massal di Tombo Selatan, akan ada demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah tersebut.

“Saat ini sudah musim hujan dengan intensitas tinggi, apabila terjadi gagal panen. Saya tidak menjamin akan ada gerakan massa lebih besar dari tahun 2022 silam,” ucapnya.

Irfain juga medesak, pemerintah daerah melalui APH yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera mengambil tindakan tegas terhadap maraknya aktivitas PETI di Kecamatan Tinombo Selatan.

Lanjut ia, proses ini dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan Pemerintah Daerah.

“Tangkap para pemdoal PETI, agar mengembalikan kepercayaan publik terhadap Penegak Hukum dan Pemerintah Daerah,” terangnya.

Irfain menyebutkan, berdasarkan informasi dari warga sekitar, Wakil Bupati Parigi Moutong, juga mempunyai lokasi perkebunan di sekitar areal pertambangan emas ilegal yang ada di Desa Siaga.

Bahkan, irfain meminta agar Wakil Bupati segera menindaklanjuti kebenaran informasi tersebut. Sehingga, tidak menjadi isu liar ditegah masyarakat.

Selain itu, ia juga menduga, ada cukong besar yang berupaya mengorganisir masyarakat untuk melegalkan aktivitas pertambangan yang ada di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan,” pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *