​Kafilah Parigi Moutong Pukau Penonton MTQ Sulteng dengan Motif Saga

Sumber Foto : Diskominfo Parigi Moutong

Sigi, Zenta InovasiBupati Parigi Moutong, Hi. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati Hi. Abdul Sahid, yang memimpin rombongan Kafilah Parigi Moutong, sukses mencuri perhatian publik saat mengikuti pawai ta’aruf yang digelar di kawasan Taman Likuifaksi, Kabupaten Sigi, Minggu 7 Juni 2026.

​Acara akbar keagamaan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para bupati/wali kota se-Sulteng, tokoh agama, dan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Bacaan Lainnya

​Ada hal menarik yang membuat rombongan Kafilah Parigi Moutong tampil menonjol dibanding daerah lain. Seluruh rombongan tampak serasi mengenakan busana batik berwarna kuning cerah dengan Motif Saga.

​Motif ini bukan sekadar ornamen kain biasa, melainkan sebuah gagasan visioner dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Parigi Moutong, Ny. Hj. Hestiwati Nanga. Motif Saga memiliki makna filosofis Sambulugana simbol kebersamaan yang terdiri dari unsur kapur siri, pinang, gambir, dan tembakau. Unsur-unsur ini melambangkan nilai etika, akhlak mulia, dan tali persaudaraan yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

​”Motif Saga yang kami kenakan hari ini adalah simbol bahwa keberagaman suku di daerah kami adalah kekuatan, bukan perbedaan,” ungkap Bupati Erwin Burase.

​Bupati Erwin menambahkan, momentum MTQ ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan kompetisi keagamaan, tetapi juga wadah strategis untuk mempererat persaudaraan antardaerah serta memperkenalkan kearifan lokal Parigi Moutong.

​”Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan kami, yaitu Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan, yang kami laksanakan melalui gerbang pembangunan di tingkat desa,” tegasnya.

​Pada gelaran MTQ ke-XXXI ini, Parigi Moutong mengirimkan kafilah berkekuatan 75 orang, yang terdiri dari, 54 Peserta, ​20 Official, ​1 Pendamping Cacat Netra.​

Meski saat ini sedang berada di era efisiensi dengan keterbatasan anggaran yang ada, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan mental juara Kafilah Parigi Moutong. Terbukti, Parigi Moutong tetap optimis mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan, mulai dari Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an, Fahmil Quran, Syahril Quran, hingga Kaligrafi.

​Tak hanya berjuang di panggung musabaqah, Kabupaten Parigi Moutong juga unjuk potensi ekonomi kreatif melalui pameran Dekranasda.

Kegiatan pameran ini dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda, Hj. Hestiwati Nanga, dengan dukungan penuh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

​Pihak Kafilah Parigi Moutong menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan total (support) sehingga rombongan dapat berdiri tegak mewakili daerah di tingkat provinsi.

​Di akhir kesempatan, rombongan Kafilah Parigi Moutong memohon dukungan moral dan untaian doa dari seluruh lapisan masyarakat Parigi Moutong.

Harapannya, dalam keterbatasan yang ada, para duta daerah ini tetap mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Bumi Khatulistiwa.

Sumber : Diskominfo Parigi Moutong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *