Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Pelayanan kesehatan di RS Raja Tombolotutu Tinombo Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah terus diupayakan berjalan optimal, meski masih dihadapkan pada sejumlah kendala administratif di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Direktur RS Raja Tombolotutu Tinombo, Astar, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong yang dipimpin Sutoyo, Senin.
Dalam pemaparannya, Astar menjelaskan bahwa rumah sakit turut mengimbangi pelaksanaan program Berani Sehat dan Sehat Bersama, termasuk layanan pemulangan jenazah secara gratis yang telah diberlakukan sejak Juli 2025 hingga saat ini.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala di masyarakat, khususnya terkait kelengkapan administrasi kependudukan.
Ia menyebut, masih banyak warga di wilayah kerja RS Raja Tombolotutu Tinombo yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), sementara dasar pelayanan kesehatan gratis mengacu pada Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Ketidaksinkronan pemahaman ini yang terkadang menghambat pelayanan,” ujarnya.
Meski demikian Astar menegaskan, pihak rumah sakit tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan tetap diberikan sambil mendorong masyarakat untuk segera melengkapi dokumen administrasi dalam batas waktu 3×24 jam, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).
Ia berharap adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya administrasi kependudukan guna mendukung kelancaran akses layanan kesehatan.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dinilai penting agar program pelayanan kesehatan gratis dapat berjalan lebih maksimal.
Rapat dengar pendapat tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi dan penguatan pelayanan publik di sektor kesehatan, sehingga DPRD menghadirkan tiga direktur Rumah Sakit di wilayah Parigi Moutong, Dinas Kesehatan dan 24 Puskesmas, juga turut hadir Kepala Bappelitbangda dan Pimpinan BPJS.

Alamat Redaksi :