Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Sutoyo, mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait tidak berlakunya kartu gas LPG gratis di Pangkalan.
Menurutnya, program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong ini adalah program yang sangat bagus karena berpihak pada rakyat, namun implementasi di lapangan disinyalir masih terkendala masalah koordinasi teknis yang membingungkan warga dan pemilik pangkalan.
”Program Pak Bupati ini sebenarnya bagus dan kami dukung, cuma perlu dirapikan teknisnya. Masalahnya sekarang, warga sudah pegang kartu gratis itu, tapi ketika mereka pergi ke pangkalan, pemilik pangkalan justru bertanya, Ini siapa yang mau bayar?,” ujar Sutoyo, belum lama ini.
Sutoyo mengatakan, informasi ini bukan sekadar asumsi melainkan laporan langsung dari warga di beberapa desa. Sehingga Ia meminta pemerintah daerah, untuk segera melakukan kroscek dan perbaikan sistem pembayaran agar program ini berjalan lancar.
”Ini bukan kita cari-cari di lapangan, tapi warga yang melapor. Saya sendiri menemukan kasus ini di tiga desa. Mereka bingung, kartu sudah di tangan tapi gas tidak bisa dibawa pulang karena belum ada kejelasan mekanisme pembayaran ke pihak pangkalan,” ungkapnya.
Selain mendesak pemerintah kabupaten, Sutoyo juga mengajak seluruh anggota DPRD Parigi Moutong untuk lebih proaktif mengawasi jalannya program ini di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
”Coba teman-teman anggota DPRD cek langsung di lapangan, terutama di desa-desa wilayah Parigi. Kasus seperti ini banyak terjadi. Kita ingin program yang niatnya baik ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa ada hambatan teknis seperti ini,” tandasnya.
Ia berharap agar sinkronisasi antara pemerintah daerah, agen, dan pangkalan segera dituntaskan agar kartu gratis yang dipegang masyarakat benar-benar dapat digunakan.
Alamat Redaksi :