Parigi Moutong Percepat Operasionalisasi Koperasi Merah Putih di 283 Desa

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kabupaten Parigi Moutong, Lewis, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Operasionalisasi dan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025, bertempat di Hotel Ludya, Kamis 18 Desember 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Parigi Moutong ini diikuti oleh 75 peserta, yang terdiri dari 32 Kepala Desa serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari wilayah Kecamatan Parigi, Parigi Barat, Parigi Utara, dan Parigi Selatan.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengelolaan kelembagaan ekonomi desa, khususnya koperasi sebagai pilar penggerak ekonomi masyarakat.

“Melalui sosialisasi ini, saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait operasionalisasi koperasi, mulai dari tata kelola kelembagaan, manajemen usaha, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, hingga pengembangan unit-unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal desa dan kelurahan masing-masing,” ujar Lewis.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota serta masyarakat desa secara umum.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pengurus koperasi dalam mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengan arah pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Parigi Moutong.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong, Sofiana Pandean, melaporkan progres signifikan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Program ini merupakan mandat nasional yang ditargetkan mencakup 283 desa dan kelurahan di 23 kecamatan.

​Ia menjelaskan, poin utama perkembangan program yakni, dukungan SDM oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang telah mengerahkan 28 pendamping desa untuk membantu administrasi, mulai dari pembuatan akun hingga penginputan data badan hukum.

​Lebih lanjut kata ia, Parigi Moutong mendapatkan kuota 170 unit gerai gudang. Saat ini, 119 lokasi sedang diverifikasi status asetnya, sementara 9 koperasi telah memiliki lahan yang siap bangun.

Namun lanjutnya, hambatan utama dalam pembangunan gerai terletak pada ketidakpastian status lahan seluas 1.000 meter persegi karena banyak aset yang masih tumpang tindih antara pihak desa dan daerah.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemda bekerja sama dengan Kejaksaan untuk memastikan seluruh aspek administrasi dan pembangunan tetap mematuhi regulasi serta terhindar dari masalah hukum di masa depan.

“Sebagai langkah selanjutnya, pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi lintas perangkat daerah pada awal pekan depan untuk memaparkan laporan akhir tahun 2025,” tandasnya.

Sofiana optimis bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa mampu mengakselerasi program ini sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *