Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Gerakan pangan murah yang biasanya digelar secara massif jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), tahun ini tidak lagi dilakukan seperti pada tahun sebelumnya.
Hal itu disebabkan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat, sehingga beberapa kegiatan di daerah juga terkena pemangkasan anggaran.
Pihak Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong menyebutkan, beruntungnya meski Gerakan Pangan Murah tidak dilaksanakan lagi secara besar-besaran, masyarakat tidak terlalu merasakan dampak yang serius karena daerah ini merupakan salah satu penghasil komoditi pangan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Nurhidayah Rahma mengatakan, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan pada awal bulan Ramadan pada daerah yang masuk kategori rawan pangan.
Padahal jika dibanding tahun sebelumnya, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara menyeluruh di 23 kecamatan, karena ditopang dengan adanya dana insentif daerah (DID). “Memang kemarin kami ada sedikit pemangkasan anggaran dari pusat sehingga ada beberapa kegiatan yang harus masuk dalam pemotongan, namun saya melihat fenomena bahwa gerakan pangan murah itu untuk Kabupaten Parigi Moutong pemotongan ini tidak memberikan dampak namun dari sisi kita melakukan gerakan pangan murah ini ada sedikit kurang, kemarin kami sudah sempat laksanakan diawal Ramadhan melakukan gerakan pangan murah dibeberapa daerah rawan pangan sesuai analisa kami kemarin cukup besar karna ada dana DID sehingga hampir tiap bulan kami melakukan gerakan pangan murah di 23 kecamatan karna DID itu sendiri memang reward untuk wilayah yang bisa mengatur inflasinya” ujar Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Nurhidayah Rahma dalam wawancaranya belum lama ini.

Alamat Redaksi :