Bappelitbangda Parigi Moutong Terjemahkan Hasil RAD dalam Proker 13 OPD

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parigi Moutong, Irdan (Opi/theopini)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi– Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong mulai menyiapkan strategi pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) penurunan angka kematian ibu dan anak melalui penyelarasan program kerja lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebanyak 13 OPD telah diidentifikasi untuk terlibat dalam upaya intervensi yang direncanakan berjalan lebih maksimal mulai 2028.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parigi Moutong, Irdan, mengatakan, pelibatan lintas OPD diperlukan karena persoalan kematian ibu dan anak tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga dipengaruhi faktor nonmedis yang membutuhkan penanganan dari berbagai sektor.

Karena itu, hasil analisis dalam penyusunan RAD selanjutnya diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang dapat dijalankan oleh masing-masing perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

“Untuk sementara ada 13 OPD yang kita identifikasi memungkinkan untuk bisa kita libatkan. Karena seperti tadi, bukan persoalan medisnya saja. Kalau itu hanya kesehatan selesai, tetapi faktor nonmedisnya ini membutuhkan lintas sektor,” ungkap Irdan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 6 November 2026.

Ia menjelaskan, dari 13 OPD tersebut, pihaknya sementara mengidentifikasi sekitar delapan program yang berpotensi mendukung intervensi penurunan angka kematian ibu dan anak.

Tahapan yang dilakukan saat ini adalah menginventarisasi program dan kegiatan yang telah tersedia di masing-masing OPD, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan intervensi berdasarkan hasil pemetaan RAD.

Dengan pendekatan tersebut, kata Irdan, pelaksanaan RAD tidak harus selalu melahirkan program baru, tetapi dapat mengoptimalkan dan mengintegrasikan kegiatan yang sudah menjadi bagian dari perencanaan perangkat daerah.

“Jadi RAD ini sama seperti kita melaksanakan beberapa kegiatan dan mengkompilasikan program-program kegiatan yang ada di 13 OPD ini untuk intervensi,” jelasnya.

Irdan mengatakan, tahun 2027 menjadi tahap penyelesaian penyusunan RAD sekaligus penyesuaian program yang memungkinkan dijalankan oleh masing-masing OPD. Hal ini karena sebagian besar perencanaan kegiatan tahun anggaran 2027 telah selesai.

Sementara itu, penyusunan perencanaan perangkat daerah untuk tahun 2028 menjadi momentum untuk memasukkan program intervensi hasil RAD ke dalam Rencana Kerja (Renja) OPD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Menurutnya, proses penyusunan perencanaan tersebut mulai dilakukan pada akhir November 2026. Dengan demikian, hasil perumusan program RAD diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing perangkat daerah dalam perencanaan tahun 2028.

“2027 ini kita baru menyelesaikan RAD dan melihat program-program apa yang bisa kita jalankan. Tetapi untuk 2028 kita maksimal, karena pada akhir November ini kita mulai menyusun Renja OPD dan RKPD 2028,” terangnya.

Ia menambahkan, penyusunan program lintas sektor tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan perencanaan agar setiap kegiatan memiliki keterkaitan dengan sasaran penurunan angka kematian ibu dan anak.

Pelaksanaan intervensi secara lebih maksimal direncanakan berlangsung mulai 2028 hingga 2030. Periode tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pencapaian target nasional penurunan angka kematian ibu dan anak pada 2030.

“Melalui pembagian peran lintas OPD, Bappelitbangda berharap penanganan persoalan kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan maupun kondisi sosial dan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *