Tampilkan Membaca Nyaring Buku Cerita Anak Dwibahasa, Sou Mpelava Dorong Pelestarian Bahasa Kaili

Keterangan Foto: Relawan TBM Sou Mpelava tampilkan membaca nyaring buku cerita anak dwibahasa di Festival Literasi 2026, Rabu 28 Oktober malam (Doc. Sou Mpelava)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi- Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava ikut memeriahkan Festival Literasi Parigi Moutong 2026, dengan tampil membaca nyaring buku cerita anak dwibahasa, Kamis 29 Oktober malam.

Buku pertama cerita anak dwibahasa yang ditulis dalam bahasa Kaili Tara- Bahasa Indonesia, dibawakan oleh Rania Khumaira Azzahra dan Muhammad Abizar dengan judul, Nemo Malau,Bogi! (Jangan Pergi, Bogi!).

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Penampilan kedua, dibawakan oleh Faqiha Fasihatunnisa dan Muhamad Taufik Ajiparo dengan judul Nojagai Toe (Menjaga Eboni). Kedua buku tersebut ditulis oleh Syilva Muslimah, pendiri TBM Sou Mpelava. Empat anak binaan Sou Mpelava ini adalah siswa SDN Inpres Pelawa dan SMP Muhammadiyah Parigi Tengah.

Syilva Muslimah mengatakan, TBM Sou Mpelava memilih membaca nyaring buku cerita anak dwibahasa untuk diikutkan dalam Festival Literasi adalah bentuk pengenalan dan pelestarian bahasa daerah khususnya Kaili Tara, salah satu rumpun bahasa di Parigi Moutong.

“Selama ini buku cerita anak dwibahasa kerap digunakan dalam lomba membaca nyaring, namun, bagian yang dibaca hanyalah teks Bahasa Indonesia. Sayang sekali, saya khawatir orang tidak tahu bahwa buku ini ditulis dalam dua bahasa,” jelas Eva, sapaan akrabnya.

Menurut Eva, memperkenalkan Bahasa Kaili pada generasi muda lewat buku cerita anak adalah salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan kebanggan dan kecintaan terhadap bahasa daerah.

Dia menambahkan, selama tahapan persiapan, mereka dibantu memahami konteks dari ceita agar pesan dalam buku itu dapat tersampaikan dengan baik.

“Kami relawan Sou Mpelava berterima kasih kepada Dinas Perpustakaan Daerah yang telah memberikan wadah bagi komunitas literasi untuk tampil dalam kegiatan ini, juga kepada masyarakat sekitar Sou Mpelava yang memberikan dukungan dengan datang menyaksikan penampilan kami, ini memotivasi kami untuk terus bergerak dan bertumbuh,” tutup Eva.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *