Parigi Moutong, Zenta Inovasi- PT Berkah Maju Global (BMG) berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal dalam pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Direktur PT BMG, Kartino Pitojo, mengatakan perusahaan menargetkan revitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu mulai dilaksanakan pada Januari 2027. Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap, mencakup pemulihan infrastruktur penunjang dan pembangunan industri pengolahan kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Kartino menyebutkan, perusahaan menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal sedikitnya 60 persen, dengan harapan proporsinya dapat meningkat hingga 90 persen seiring perkembangan kegiatan industri.
“Seperti yang saya sampaikan kepada Pak Bupati, kalau tenaga kerja lokal mampu dan bisa mengambil pekerjaan yang selama ini dilakukan dari daerah lain jauh lebih bagus, karena biayanya dari luar akan lebih mahal,” kata Kartino saat ditemui di Desa Avolua, Selasa 27 Oktober 2026.
Menurutnya, pelibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dari pengembangan SIKIM agar keberadaan industri tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Ia menjelaskan, revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, ketersediaan bahan baku, serta kebutuhan pasar. Pembenahan sarana pendukung, terutama jaringan listrik dan ketersediaan air, menjadi bagian dari persiapan untuk mendukung operasional industri.
Selain memulihkan fasilitas yang ada, PT BMG berencana mengembangkan industri pengolahan kelapa untuk mendorong hilirisasi. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan pabrik crude coconut oil (CNO), dengan kapasitas produksi yang disesuaikan dengan pasokan kelapa dan kelayakan usaha.
Kartino mengatakan, penentuan kapasitas mesin harus memperhitungkan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan agar proses produksi dapat berjalan sesuai kebutuhan industri.
Untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki peluang pasar, PT BMG juga mengundang Roemah Kelapa Indonesia yang memiliki jaringan pasar internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pasar dan peluang pemasaran produk olahan kelapa.
Pengembangan produk turunan kelapa, termasuk kelompok medium-chain triglycerides (MCT) dan asam lemak C8-C10, turut menjadi peluang yang dipertimbangkan perusahaan. Namun, jenis produk yang akan dikembangkan tetap akan disesuaikan dengan permintaan pasar dan potensi nilai tambahnya.
Selain penyerapan tenaga kerja di fasilitas industri, PT BMG berencana membangun kemitraan dengan masyarakat lokal melalui kegiatan pengolahan kelapa. Salah satu peluang yang disiapkan ialah pemanfaatan mesin pengupas kelapa sederhana agar masyarakat dapat terlibat dalam rantai produksi.
Di sisi bahan baku, perusahaan menilai pasokan kelapa berpotensi mendukung kegiatan industri. Meski demikian, pengadaan bahan baku perlu memperhatikan kondisi petani yang telah terikat kontrak dengan pihak lain serta persoalan utang yang menjadi salah satu tantangan dalam rantai perdagangan kelapa.
Karena itu, pembelian kelapa dari petani direncanakan berjalan secara bertahap sesuai kontrak dan kemampuan penyerapan perusahaan.
Kartino menegaskan, pengelolaan SIKIM Kelapa Terpadu tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan perusahaan. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah.
Ia menilai, kolaborasi dalam pengembangan SIKIM menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian daerah melalui pengolahan komoditas kelapa, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah produk lokal.
PT BMG berharap revitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.







Alamat Redaksi :