Buka Festival Literasi 2026, Bupati Erwin Burase Tekankan Pentingnya Budaya Membaca

Keterangan Foto: Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, membuka Festival Literasi Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Parigi Moutong.

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, membuka Festival Literasi Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kunjungan Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Nasional itu menjadi momentum untuk mendorong budaya baca dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival tersebut.

Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap buku dan ilmu pengetahuan.

“Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya membaca, meningkatkan kemampuan literasi, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase.

Erwin juga menyoroti capaian literasi daerah yang masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan informasi yang disampaikannya dalam sambutan, Parigi Moutong berada di peringkat ke-12 dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam penilaian indeks literasi dan tingkat kegemaran membaca.

Menurut Erwin, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan memahami, mengolah, dan menganalisis informasi.

Untuk mendorong peningkatan tersebut, Erwin meminta Dinas Perpustakaan mengupayakan keberadaan perpustakaan di setiap desa. Ia juga meminta dukungan DPRD, khususnya Komisi IV, untuk mengawal peningkatan anggaran pembangunan fasilitas literasi di wilayah pedesaan.

Selain memperluas akses bacaan, Erwin mendorong optimalisasi Gedung Perpustakaan Daerah agar menjadi ruang belajar yang menarik bagi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar. Pembenahan taman literasi serta perawatan koleksi buku juga dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, ia meminta pengelola perpustakaan berinovasi agar masyarakat tetap tertarik membaca buku secara langsung. Fasilitas yang nyaman dan lingkungan yang mendukung diharapkan membuat perpustakaan menjadi ruang publik yang diminati.

Erwin turut menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, agar mereka memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses bahan bacaan dan informasi.

“Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat Parigi Moutong,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *