Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Kabupaten Parigi Moutong berada di peringkat ke-12 dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam penilaian indeks literasi dan tingkat kegemaran membaca.
Capaian tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memperluas akses bacaan dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengungkapkan posisi tersebut saat menyampaikan sambutan dalam Festival Literasi Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Parigi Moutong.
Ia mengatakan, informasi itu merujuk pada surat dari Perpustakaan Nasional yang memuat penilaian terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan tingkat kegemaran membaca.
“Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi daerah untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah lain,” kata Erwin Burase dalam sambutannya.
Menurutnya, persoalan literasi tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan seremonial. Pemerintah daerah perlu membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi.
Ia menjelaskan, literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu memahami informasi yang dibaca, mengolahnya, serta mengembangkan daya analisis dalam menghadapi berbagai persoalan.
Erwin menilai, peningkatan literasi perlu didukung ketersediaan fasilitas membaca yang mudah dijangkau. Karena itu, ia meminta Dinas Perpustakaan mengupayakan keberadaan perpustakaan di setiap desa agar masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, memiliki akses lebih luas terhadap buku.
Selain memperluas akses, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan Gedung Perpustakaan Daerah dan membenahi taman literasi agar lebih menarik bagi pengunjung. Koleksi buku yang rusak juga perlu diperbarui, sementara ruang baca harus dibuat nyaman untuk mendorong masyarakat datang dan membaca.
Perkembangan teknologi informasi turut menjadi tantangan tersendiri. Kebiasaan masyarakat mengakses informasi melalui telepon genggam menuntut pengelola perpustakaan menghadirkan inovasi agar buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang diminati.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mereka perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses bahan bacaan dan informasi agar tidak tertinggal dalam perkembangan pengetahuan.
Pemerintah daerah, kata Erwin, membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD, untuk memperkuat anggaran pembangunan perpustakaan desa. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah meningkatkan indeks literasi dan kegemaran membaca masyarakat Parigi Moutong.







Alamat Redaksi :