Lokasi Tewasnya Penambang di Buranga, Diduga Dibiayai  Pemodal Luar Daerah

Lokasi Tewasnya Penambang di Buranga, Diduga Dibiayai  Pemodal Luar Daerah
FOTO: ISTIMEWA

Parigi Moutong, Zenta Inovasi- Lokasi tewasnya alm Moh Rifaldi alias Aco penambang emas tradisional yang tertimpa longsor di tambang Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah,diduga dibiayai pemodal luar daerah berinisial DN.

“Yang meninggal itu warga Buranga. Dari keterangan warga, lokasi yang longsor pemilik lahan merupakan warga lokal. Pemodalnya Ibu DN dari Jakarta,” kata Kepala BPD Buranga, Rizal, melalui sambungan telepon, Sabtu, 14 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Rizal, DN awalnya masuk dan melakukan aktivitas pertambangan idi Desa Buranga, bersama RN yang juga pemodal berasal dari luar daerah.

Lokasi tambang emas ilegal tersebut, hanya berjarak sekitar 150 meter dari titik longsor pada 2021 yang pernah menewaskan tujuh penambang.

Lanjut Rizal, para pemodal tidak lagi terlihat di lokasi usai kejadiaan longsor yang memakan korban itu. Bahkan, alat berat yang sebelumnya beroperasi diduga disembunyikan.

“Sampai hari ini para pemodal lari, mereka ketakutan karena peristiwa itu. Bahkan eksavator disembunyikan di hutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dua warga sempat tertimbun dalam insiden tersebut. Satu orang selamat dan merupakan warga Desa Tomoli. Sementara Moh. Rifaldi tidak berhasil diselamatkan.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun meninggal dunia dalam perjalanan.

Berdasarkan keterangan saksi yang ikut mengevakuasi korban, longsor pertama sempat terjadi saat korban mengambil material di dalam lubang tambang. Moh. Rifaldi berhasil menyelamatkan diri.

Namun, ia kembali masuk ke dalam lubang untuk mengambil dulang yang tertinggal. Tak lama kemudian, material tanah dan bebatuan kembali longsor dan menimpa tubuhnya.

“Menurut saksi di lokasi, korban jatuh dalam posisi tengkurap. Saat evakuasi terpaksa menggunakan alat berat untuk menggali tumpukan lumpur,” ujar Rizal.

Beberapa saat setelah kejadian, pihaknya mengaku langsung melaporkan insiden tersebut kepada Wakapolres Parigi Moutong dan Polsek Ampibabo untuk ditindaklanjuti.

“Laporan sudah ditindaklanjuti, sekarang anggota kepolisian sudah di lokasi,” katanya.

Sementara itu, saudara sepupu korban, Fitri, mengatakan Moh. Rifaldi telah menambang sejak aktivitas tambang emas di Desa Buranga kembali beroperasi.

“Kami keluarga mendapat informasi sekitar jam 11.00 malam (Kamis 12 Februari kemarin),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *