Ancam Pemukiman Warga, BPBD Parigi Moutong Normalisasi Sungai Empat Desa

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menjadwalkan normalisasi sungai di empat desa Parigi Moutong, akan dilaksanakan tidak melewati 14 hari.

Demikian kata Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, ditemui di lokasi banjir Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah Sulawesi Tengah, Selasa 16 September 2025.

Bacaan Lainnya

Empat sungai itu kata dia, sungai Petapa, Sungai Matolele, Sungai Pelawa Baru dan Sungai Bambasiang.

“Normalisasi sungai kami lakukan di sungai Matolele, sungai Pelawa Baru dan sungai Petapa. Di Matolele dan Pelawa Baru sudah ada masing-masing satu alat excavator, di Bambasiang juga sementara normalisasi, karena ada Pustu yang hampir jatuh karena terkikis air,” terang Rivai.

Kata Rivai, anggaran normalisasi sungai akan diambil dari dana Biaya Tak Terduga (BTT), untuk penanggulangan bencana, diperkirakan Rp200 juta.

Menurutnya, sungai Pelawa Baru dan Petapa yang mungkin memakan waktu lama dibanding sungai Matolele.

“Karena agak panjang aliran sungainya. Kami minta spot- spot saja,” ucapnya.

Menurut Rivai, normalisasi harus segera dilakukan, mengingat jika sungai itu meluap akan mengancam pemukiman warga.

“Harus segera dinormalisasi, karena sudah lama tidak dinormalisasi, itu juga mengancam rumah warga,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPRP Parigi Moutong, I Nyoman Adi, mengatakan, untuk jembatan Desa Matolele yang putus akibat banjir, akan segera dibuat pertimbangan teknisnya, agar penangananya lebih tepat.

“Minimal hari ini masyarakat bisa lewat, kayu-kayu bisa dibersihkan kalau itu sudah dikumpul material tidak terlau banyak,” ucap Nyoman Adi.

Menurut dia, setelah dibuat pertimbangan teknis untuk jembatan, akan segera dikerjakan minimal selama 14 hari.

“Kalau memang belum selesai selama 14 hari, kita bisa kasi pertimbangan waktu dan alasanya apa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *