Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Rahmatia, mengatakan, untuk sementara beras SPHP belum disalurkan karena data pihak mitra harus divalidasi guna memastikan penyaluran berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.
Hal itu dia ungkapkan, saat ditemui media ini diruangannya Rabu 30 Juli 2025.
Saat ini kata dia, ada 69 mitra (kios/toko) yang dapat menjual beras yang disalurkan oleh Perum Bulog dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Parigi Moutong.
Menurutnya, 69 mitra SPHP yang sebelumnya sudah terdaftar melalui Bulog, harus divalidasi kembali untuk memastikan apakah mitra tersebut masih aktif atau sudah mengundurkan diri.
Kemudian setelah proses validasi selesai, kata Rahmatia, akan diterbitkan kembali dengan melengkapi dokumen administrasi yang sudah disiapkan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong.
“Setelah dokumennya lengkap, kami Dinas Ketahanan Pangan akan membuatkan link laporan SPHP. Setiap pendistribusian beras SPHP harus dilaporkan melalui link tersebut,” tuturnya.
Lanjut ia, apabila semua sudah dilengkapi oleh mitra, maka Dinas Ketahanan Pangan akan mengeluarkan surat rekomendasi bahwa pihak yang akan melakukan penyaluran beras SPHP merupakan mitra Pemda Parigi Moutong.
“Jadi masyarakat bisa langsung membeli ke mitra, dengan catatan mitra tidak boleh lepas lebih dari 10 kg per KK,” tandasnya.
Ia berhadap kepada mitra, agar mendukung program pemerintah dengan tidak menjual beras SPHP diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp12.500/kg atau Rp62.500/5kg.
“Apabila ditemukan menjual diatas HET, maka kami akan cabut izinnya dan tidak dilibatkan lagi sebagai mitra,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pemilik toko beras di Pasar Sentral Parigi, Mukhlis, saat ditemui Rabu 30 Juli 2025, berharap Pemda dapat segera melakukan pendistribusian beras SPHP.
Sebab kata ia, saat ini harga beras premium dan medium sudah menyentuh diharga Rp 17.000/kg.
“Kalau pemerintah tidak tangani dengan beras SPHP ini, pasti harga beras akan naik. Kemarin sudah launching, bahkan berasnya sudah siap didistribusi, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkapnya.






Alamat Redaksi :