Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Perayaan hari Lalampa setiap tahun diperingati Warga Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, berpeluang masuk dalam kalender budaya Sulawesi Tengah.
Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya pelestarian kekayaan tradisi lokal, yang menjadi identitas Sulawesi Tengah, untuk kemudian menjadi daya tarik wisata dan dikenal luas dunia.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido, yang menutup langsung puncak perayaan Hari Lalampa ke tujuh tahun ini mengatakan, bahwa dalam perayaan tersebut merupakan budaya lokal yang memiliki daya tarik besar jika dikemas secara kreatif.
Oleh sebab itu, momentum perayaan Hari Lalampa diharapkan menjadi ikon untuk dijaga bersama. Sehingga kedepan, bisa masuk pada kalender budaya Sulawesi Tengah.
Reny Lamadjido turut meminta, dengan usulan agar Hari Lalampa masuk dalam agenda resmi kebudayaan Sulawesi Tengah, maka dibutuhkan penyusunan rencana agar perayaan ini dapat ditingkatkan menjadi event tingkat provinsi, bahkan berskala nasional.
“Saya ingin menyampaikan lagi tolong dibuat proposal, supaya tahun depan perayaan lalampa ini sudah bukan lagi perayaan secara lokal Parigi Moutong, tapi bisa diskala Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Perayaan Hari Lalampa bukan hanya sekedar ajang promosi potensi ekonomi, seni, budaya, dan pariwisata daerah, namun juga ruang penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah.






Alamat Redaksi :