Bappelitbangda Parigi Moutong Dorong Penguatan RAD dan Program Lintas Sektor untuk Eliminasi TBC

Keterangan Foto: Sosialisasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC melalui forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion) di ruang rapat PIPW Bappelitbangda, Kamis 22 Oktober 2026. (Reza/Toraranga)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan, penanggulangan tuberkulosis (TBC) tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata.

Keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa diperlukan untuk memutus rantai penularan dan mengejar target eliminasi TBC pada 2030.

Bacaan Lainnya
Example 728x250

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Idran, saat membuka Sosialisasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC melalui forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion) di ruang rapat PIPW Bappelitbangda, Kamis 22 Oktober 2026.

Idran mengatakan TBC bukan persoalan baru. Namun, penyakit menular tersebut masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dalam menyelaraskan program lintas sektor dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

​“Dalam penanganan TBC itu tidak bisa hanya sektor kesehatan. Kalau kita bicara lingkungan berarti harus melibatkan lintas sektor,” ujar Idran.

Menurut Idran, penularan TBC berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan dan persoalan sosial di masyarakat. Karena itu, penanganannya perlu dirancang secara terpadu, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Ia menegaskan target eliminasi TBC nasional pada 2030 tidak akan tercapai jika upaya penanggulangan di daerah belum berjalan optimal. Pemerintah kabupaten perlu memastikan setiap wilayah mengambil peran sesuai kewenangan dan kebutuhan masing-masing.

​“Tidak ada eliminasi secara nasional kalau kabupaten tidak eliminasi. Tidak ada eliminasi kabupaten kalau kecamatan tidak eliminasi. Tidak ada tingkat kecamatan eliminasi kalau desanya tidak tereliminasi,” tegasnya.

Dari sisi perencanaan pembangunan daerah, Bappelitbangda terus mendorong percepatan dan pematangan Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TBC.

Lanjut ia, dokumen RAD tersebut nantinya akan memuat pembagian peran dan program kerja yang jelas bagi setiap OPD, sehingga upaya penanganan TBC tidak sekadar berhenti pada tahapan koordinasi.

“Parigi Moutong telah memiliki RAD yang masih perlu dimatangkan. Penyusunan rencana aksi tersebut perlu diikuti identifikasi kegiatan yang relevan untuk dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah,” ungkapnya.

Idran menjelaskan, penyusunan Rencana Kerja (Renja) OPD untuk 2027 telah melalui tahapan pembahasan. Karena itu, penyesuaian program perlu memperhatikan siklus perencanaan yang sedang berjalan.
Adapun penyusunan rancangan awal Renja 2028 dapat menjadi ruang untuk mengakomodasi program penanggulangan TBC secara lebih menyeluruh.

Ia berharap, hasil diskusi lintas sektor dapat menghasilkan pemetaan kegiatan yang konkret, sehingga setiap perangkat daerah mengetahui tanggung jawabnya dalam mendukung percepatan eliminasi TBC.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *