Parigi Moutong, Zenta Inovasi — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar kegiatan jalan santai sebagai kampanye Gerakan Bersama Kembali Anak ke Sekolah pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti mengungkapkan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap ribuan anak yang masih tercatat tidak bersekolah.
“Jalan santai kampanye ATS hari ini menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi, kendala akses, persoalan administrasi, maupun faktor sosial lainnya,” ujarnya.
Data awal 2026 mencatat sebanyak 13.228 anak tidak sekolah (ATS) di Parigi Moutong. Setelah dilakukan verifikasi, validasi lapangan, dan pemutakhiran data hingga batas September 2026, jumlah tersebut tercatat sebanyak 11.892 anak.
Dari jumlah itu, sebanyak 6.924 anak atau 58,2 persen tersebar di lima kecamatan, yakni Tinombo Selatan, Sidoan, Tinombo, Palasa, dan Tomini.
“Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama dan membutuhkan percepatan penanganan yang lebih intensif,” ujar Sunarti.
Untuk memperkuat penanganan, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong telah membentuk Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan ATS 2026 melalui keputusan Bupati H. Erwin Burase.
Tim tersebut, diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) dan melibatkan sejumlah perangkat daerah serta instansi terkait, di antaranya Bappelitbangda, Disdikbud, TP-PKK, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Sosial, Kementerian Agama, BPS, Dinas PUPRP, Dispusarda, dan Diskominfo.
“Tim ini, juga melakukan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Tomini selama tiga hari, pada 16–18 Oktober 2026. Setelah kegiatan kampanye, verifikasi dan validasi data dijadwalkan berlanjut di empat kecamatan lainnya,” ungkapnya.
Sunarti menegaskan, penanganan ATS tidak bisa dibebankan hanya kepada Disdikbud Parigi Moutong. Pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terlibat agar anak-anak yang belum bersekolah dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
Pada September 2026, Pemda Parigi Moutong juga menerima dua penghargaan dalam Malam Anugerah Pendidikan Bagenggabelo 2026 yang diselenggarakan BPMP Sulawesi Tengah. Salah satunya berkaitan dengan persentase ATS yang kembali bersekolah.
Menurut Sunarti, Parigi Moutong menjadi kabupaten dengan capaian tertinggi dalam pengembalian ATS ke sekolah pada periode 2025–2026.
“Capaian ini patut disyukuri sebagai hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat. Namun, penghargaan bukanlah akhir dari perjuangan. Masih terdapat ribuan anak yang harus kita pastikan kembali memperoleh hak pendidikannya,” katanya.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan kampanye tersebut sebagai dorongan untuk memperkuat penanganan ATS, bukan sekadar kegiatan jalan santai.
“Penuntasan ATS memerlukan kerja yang konsisten, koordinasi yang kuat, data akurat, serta kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Mari kita jadikan kegiatan ini bukan sekadar jalan santai, melainkan langkah untuk mengetuk hati dan menggerakkan seluruh pihak agar setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar,” pungkasnya.







Alamat Redaksi :