Gubernur Sulteng Gelar Rakoor Dihadiri Bupati 13 Kabupaten/Kota Bahas Asta Cita Presiden

Keterangan Foto: Rakoor Pimpinan Daerah Provinsi se-Sulteng bersama Forkopimda, Tentena Kabupaten Poso, Jumat 16 Oktober 2026 (Muh Aldy)

POSO, Zenta Inovasi- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar rapat koordinasi pimpinan daerah provinsi se- Sulteng bersama Forkopimda, di Tentena Kabupaten Poso, Jumat 16 Oktober 2026.

Rapat Koordinasi tersebut membahas program Asta Cita Presiden juga sejumlah isu lokal, yang dipimpin langsung Gubernur Sulteng Anwar Hafid.

Bacaan Lainnya

“Program Asta Cita ini banyak memberikan stimulan bagi perkembangan ekonomi di daerah kita, makanya kita tidak boleh tinggal diam kita harus memanfaatkan program ini sebaik-baiknya,” ujar Anwar Hafid.

Pada isu Asta Cita, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur Anwar Hafid mengatakan, seluruh Bupati di Sulteng wajib memberikan perhatian terkait pelaksanaan MBG terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

“MBG saat ini lagi dievaluasi besar-besaran. Pak Presiden mengarahkan sekarang ke daerah 3T, di wilayah 3T masyarakat sangat butuh,” jelasnya.

Menurut Gubernur, 3T ini merupakan kantong kemiskinan Sulteng, olehnya Ia berharap setelah pelaksanaan Rakoor para Bupati dapat langsung melakukan pemantauan dan laporan tertulis realisasi MBG.

Kemudian lanjutnya, terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Gubernur menginginkan para pimpinan daerah bisa membuat satu pilot project koperasi percontohan, untuk mengukur suatu keberhasil program.

“Saya berpikir kita bisa mencoba di Sulteng, membuat satu saja pilot project, kita bisa mendampingi koperasi sampai benar-benar berhasil. Jadi kita punya 13 Koperasi yang bisa jadi percontohan yang berhasil dari hulu ke hilir. 1 kabupaten 1 koperasi saya kira bisa ini,” jelas Gubernur.

Menurut dia, di Sulteng saat ini KDMP ada secara fisik tetapi belum bergerak maksimal. Kedepan Pemerintah Provinsi akan menyiapkan hadiah untuk kabupaten/kota yang dinilai berhasil membuat KDMP percontohan.

Kemudian, Gubernur menyoroti program Sekolah Rakyat yang saat ini untuk Sulteng baru ada untuk Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Tojo Una-Una.

“Saya berharap semua kabupaten ada Sekolah Rakyat, yang sudah pasti ini Parigi Moutong, Sigi, Touna, saya berharap kabupaten lain yang katanya sudah ada yang siapkan lahan,” kata Anwar Hafid.

Sementara untuk Ketahanan Pangan, Anwar Hafid mengatakan, Menteri Pertanian menyiratkan Sulteng akan difokuskan pada perkebunan.

“Pengembangan komoditi Durian, Kakao, Pala, Kelapa. Makanya banyak anggaran yang diberikan untuk Sulawesi Tengah,” jelas Gubernur.

Menjadi kebanggan juga, kata dia, Sulteng mendapatkan surplus 20 persen produksi beras.

“Masalah saat ini adalah kita menghadapi kemarau, jadi daerah yang membutuhkan pompa air menyurat bisa segera ke Kementerian,” ucap Anwar Hafid.

Terakhir pada isu Asta Cita, Gubernur membahas ketahanan energi yang saat ini masih menjadi masalah di Sulteng adalah terbatasnya ketersediaan listrik.

Pada Rakoor itu, Gubernur juga membahas isu lokal, seperti antrian BBM yang terjadi di semua kabupaten kota di Sulteng.

“Diketahui diantaranya ada kendala pasokan yang bergantung kapal, belum ada data terpadu stok dan antrianya. Sehingga petani dan nelayan dirugikan,” terangnya.

Gubernur juga membahas defisit daya listrik di sulteng, yang menyebabkan pemadaman listrik bergilir yang juga berdampak pada program MBG serta gangguan ekonomi.

Anwar Hafid juga menyampaikan data Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sulteng, berdasarkan data terluas Kabupaten Parigi Moutong dan Touna di Sulteng

“Sebanyak 192 titik Karhutla atau 1.909,03 hekatare,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *