Audiens Bersama Bupati, PGRI Parigi Moutong Bahas Persiapan HUT ke- 81 dan Hari Guru Nasional

Audiens Bersama Bupati, PGRI Parigi Moutong Bahas Persiapan HUT ke- 81 dan Hari Guru Nasional
Keterangan Foto: Pengurus PGRI Parigi Moutong audiens bersama Bupati Erwin Burase membahas sejumlah rencana kegiatan, Rabu 30 Sepember 2026. (Elly/ZI)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Parigi Moutong merencanakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional tingkat kabupaten digelar secara terpusat di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong pada November 2026 mendatang.

Rencana tersebut disampaikan pengurus PGRI Kabupaten Parigi Moutong saat melakukan pertemuan dengan Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Rabu 30 September 2026 di ruang kerja Bupati.

Bacaan Lainnya

Pertemuan itu sekaligus melaporkan hasil Konferensi Kerja PGRI Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di Kota Palu.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PGRI Kabupaten Parigi Moutong, Supardi, mengatakan, dalam pertemuan dengan bupati pihaknya mendapat arahan agar peringatan HUT PGRI tingkat kabupaten tahun ini dilaksanakan di kawasan pusat pemerintahan daerah.

“Yang jelas di bulan November. Rencananya kami akan menghadirkan seluruh guru di Kabupaten Parigi Moutong, artinya ada perwakilan dari 23 kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, PGRI berharap peringatan HUT ke-81 tersebut dapat menjadi momentum untuk menunjukkan keberadaan organisasi sekaligus memperkuat hubungan PGRI dengan pemerintah daerah.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak digabungkan dengan kegiatan organisasi lain, sehingga peringatan HUT PGRI dapat menjadi ruang bagi para guru di Parigi Moutong untuk berkumpul dan menunjukkan eksistensi organisasi.

Selain kegiatan utama, PGRI juga merencanakan pameran di halaman Kantor Bupati. Konsep dan tema pameran masih akan dirumuskan bersama seluruh pengurus.

“Kami akan rumuskan nanti dengan teman-teman seperti apa judulnya. Yang jelas menyambut hari ulang tahun guru, hari ulang tahun PGRI dan Hari Guru Nasional,” jelasnya.

PGRI Parigi Moutong juga berencana menggelar rembuk guru. Dalam kegiatan tersebut, pengurus berharap dapat menghadirkan pengurus PGRI tingkat pusat.

Dia mengatakan, rencana kegiatan tersebut masih dalam tahap pematangan, termasuk mengenai kebutuhan anggaran. PGRI terlebih dahulu akan melakukan rapat internal untuk menghitung kebutuhan biaya dan kondisi keuangan organisasi.

“Kami masih mengestimasi dulu berapa anggaran yang kami butuhkan dan berapa dana kas PGRI yang masih ada tersisa,” katanya.

Ia menyebutkan, selama ini kegiatan organisasi masih mengandalkan iuran anggota dan belum mendapatkan bantuan pemerintah untuk kegiatan PGRI.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kepala Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah mengenai dukungan yang mungkin diberikan untuk pelaksanaan kegiatan.

“Kami belum berbicara masalah biaya. Bupati masih menyarankan untuk bertemu Bu Kadis Pendidikan dulu untuk berkoordinasi,” ujarnya.

Dia menegaskan, meskipun dirinya baru beberapa waktu menjabat sebagai Plt Ketua PGRI Kabupaten Parigi Moutong, ia ingin menerapkan manajemen organisasi yang terbuka.

“PGRI ini adalah milik semua guru, milik semua pengurus,” tandasnya.

Ia mengatakan, keterbukaan tersebut termasuk mengenai kondisi keuangan organisasi agar seluruh pengurus mengetahui secara jelas kondisi kas PGRI.

Selain persiapan HUT PGRI, pengurus juga menyampaikan perkembangan rencana Konferensi Luar Biasa (Konferlub) PGRI Kabupaten Parigi Moutong.

Ia mengatakan, berdasarkan arahan dari Pengurus Besar PGRI dan PGRI Provinsi Sulawesi Tengah, pelaksanaan konferensi luar biasa direncanakan pada 2027 dan akan dirangkaikan dengan konferensi kerja.

“Beliau sarankan itu melalui Ketua PGRI Provinsi, dengan Sekjen, dilaksanakan tahun 2027,” ujarnya.

Namun, waktu pelaksanaan konferensi tersebut belum ditetapkan dan masih akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.

Sementara itu, pertemuan dengan Bupati Parigi Moutong juga menjadi bagian dari upaya pengurus baru membangun komunikasi dengan pemerintah daerah serta memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Lanjut dia, pihaknya sengaja mengajak seluruh pengurus dalam pertemuan tersebut agar komunikasi dengan pemerintah daerah dapat dilakukan secara bersama-sama.

Ia menambahkan, masa jabatan sebagai pelaksana tugas akan dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi dan membenahi sejumlah hal yang belum terlaksana pada periode sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *