Jaga Kualitas Jagung, Bupati Erwin Sebut Perlu Gudang dan Mesin Pengering

Keterangan Foto: Bupati Erwin Burase hadiri panen jagung di Desa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo (Muh.Aldy)

Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Saat ini Parigi Moutong memiliki sekitar 700 hektare luas lahan jagung, yang masuk dalam program ketahanan pangan.

Pengembangan komoditas jagung di Parigi Moutong ada dihampir semua kecamatan dan disebut-sebut menjadi salah satu yang terbesar di Sulawesi Tengah.

Bacaan Lainnya

Namun ada tatangan tersendiri yang perlu dihadapi bersama, disaat panen melimpah bersamaan curah hujan tinggi, kualitas jagung menjadi turun.

Terkait itu, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengatakan, diperlukan gudang penyimpanan dan alat pengering, sehingga kualitas jagung tetap terjaga sehingga tidak mempengaruhi harga jual.

Demikian Bupati Erwin sampaikan, saat menghadiri kegiatan panen jagung yang dilaksanakan di Desa Sidole Timur, Kecamatan Ampibabo, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Erwin Burase, langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan komoditas jagung sekaligus mengatasi persoalan hasil panen yang kerap ditolak karena tidak memenuhi standar kualitas.

“Alhamdulillah, ini menjadi satu kesyukuran bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kepolisian ikut terlibat aktif dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya jagung,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, pemerintah daerah menilai dukungan sarana penunjang menjadi kebutuhan penting agar hasil pertanian dapat dikelola lebih maksimal.

“Ke depan, nanti kita kelola bersama-sama. Terutama tadi kita dengar ada rencana pembangunan gudang. Ini memang sangat diperlukan untuk menjaga kualitas jagung agar bisa menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Lanjutnya, karena panen melimpah mesin pengering jagung saat ini dianggap sebagai kebutuhan prioritas untuk disiapkan. Sebab, masih ditemukan hasil panen petani yang ditolak oleh Bulog karena mengandung toksin akibat proses pengeringan yang belum optimal.

“Ini yang coba kita perbaiki. Dengan luas lahan 700 hektare, Insyaallah dalam waktu dekat akan terus bertambah dan pemerintah siap mendampingi,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, program ketahanan pangan khusus jagung ini, merupakan kegiatan yang kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *