Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong menyebutkan, sebagian besar lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sudah menerapkan layanan Holisitk Intergratif (HI).
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Disdikbud Parigi Moutong, Dahniar, saat ditemui baru-baru ini.
Dahniar menjelaskan, pihaknya terus mendorong transformasi satuan pendidikan anak usia dini menuju PAUD HI. Dari total 538 PAUD yang tersebar di Parigi Moutong, sekitar 300 sekolah kini telah resmi menyandang status PAUD HI.
Menurutnya, secara substansi, hampir seluruh PAUD di Parigi Moutong sebenarnya telah menerapkan prinsip-prinsip HI melalui pengisian data delapan layanan esensial di Dapodik.
”Pada dasarnya semua PAUD kita sudah HI karena mereka telah melaksanakan pengisian data 8 esensial di Dapodik. Kapan mereka mengisi itu, otomatis korelasinya sudah dilaksanakan di lapangan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, indikator PAUD HI tercermin dari pembiasaan sehari-hari dan fasilitas yang tersedia di sekolah. Hal ini meliputi budaya antre, literasi numerasi, hingga pemenuhan sanitasi yang layak bagi anak-anak.
“Di Dapodik itu diisi, apakah anak diajarkan budaya antre saat masuk dan pulang kelas, apakah mereka membaca doa makan, hingga ketersediaan air bersih dan toilet yang layak. Termasuk juga pemberian makanan tambahan serta pemeriksaan fisik seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala,” jelasnya.
Menanggapi keinginan para pengelola sekolah yang mengharapkan adanya sertifikat resmi sebagai bukti status PAUD HI, Dahniar menyambut baik aspirasi tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa legalitas tersebut tidak bisa diberikan secara instan hanya berdasarkan laporan data semata.
Pihak dinas berkomitmen untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan bahwa apa yang dilaporkan di sistem sesuai dengan kenyataan di sekolah.
”Kadangkala sekolah meminta sertifikat sebagai bukti HI. Itu bisa kami berikan, tapi kami harus turun dulu untuk melakukan monitoring. Jangan sampai hanya laporannya saja, tapi sekolahnya tidak pernah dibuka atau dipantau langsung,” pungkasnya.
Alamat Redaksi :