Penjelasan Kadishub Syamsu, Rencana Alih Fungsi Pelabuhan Penyeberangan Toboli Jadi Dermaga Wisata

FOTO : Kepala Dispusarda Parigi Moutong, Syamsu Nadjamudin

Parigi Moutong, Zenta InovasiKepala Dinas Perhubungan Syamsu Nadjamudin mengatakan, pelabuhan penyeberangan Toboli akan dialihfungsikan menjadi dermaga wisata yang melayani penumpang dari Parigi Moutong menuju Pulau Togean, Kabupaten Tojo Una-Una.

Menurut Syamsu, Pemerintah Daerah Parigi Moutong sudah membahas soal alih fungsi dermaga tersebut di Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah pernah audiens dengan Dirjen Perhubungan Darat, dihadiri Bupati dan Ketua DPRD. Jadi, pelabuhan ini akan dialihfungsikan status dari pelabuhan penyebrangan menjadi dermaga wisata,” ujar Syamsu, ditemui di kantornya, Kamis 27 November 2025.

Kata dia, Pelabuhan Penyebrangan Toboli awalnya merupakan aset pemerintah pusat dan belum lama ini sudah diserahkan ke pemerintah daerah Parigi Moutong. Namun, melihat kondisi saat ini, Syamsu mengakui belum bisa segera difungsikan karena masih membutuhkan perbaikan.

“Dengan kondisi fiskal saat ini, sangat sulit untuk membiayai perbaikan infrastruktur. Kami sudah jelaskan di Kementerian kondisi ril pelabuhan saat ini, jadi nanti akan ada sharing anggaran antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,
Jujur kalau daerah sendiri tidak mampu,” terangnya.

Syamsu berpendapat pelabuhan ini nantinya bisa berfungsi dengan baik jika dipihak ketigakan dan dikelola secara profesional. Sehingga outputnya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebab kata dia, jika dermaga wisata ini berfungsi maka wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Togean diyakini akan memilih menyeberang lewat Toboli karena lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

“Karena Togean sudah menjadi destinasi wisata nasional, setiap tahun banyak orang datang ke sana. Kalau menyeberangnya dari sini, ada perhitungan efesiensi waktu dan biaya. Lewat darat Parigi- Ampana -Togean, kurang lebih 12 jam. Tapi jalur laut dari Toboli ke Togean hanya 3,5 jam,” bebernya.

Melihat peluang besar ini, kata Syamsu, Pemerintah daerah melalui Bupati sudah menyurat secara resmi ke Kementerian dan sudah mendapat dukungan dari Gubernur Sulawesi Tengah.

“Pak Gubernur juga sudah memberikan respon, harapanya pelabuhan dermaga wisata termanfaatkan. Bupati juga sudah menandatangani surat kesanggupan mengalihfungsikan pelabuhan ini,” jelas Syamsu.

Lanjutnya, pengelolaan pelabuhan dermaga wisata ini rencananya bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Daerah Tojo Una-Una. Harapanya, kerjasama antar dua kabupaten ini dapat saling menguntungkan.

Saat ini, selain masih menunggu anggaran perbaikan infrastruktur, Dishub Parigi Moutong juga tengah mencari pihak ketiga yang mampu menyediakan kapal cepat dan bisa mengelola secara profesional.

“Kita cari pihak ketiga yang mampu menyediakan kapal cepat bukan hanya mendekatkan jarak tapi ada kenyamanan didalamnya. Akan ada asesmen kapal seperti apa yang diperlukan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *