Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Kepala Bidang Paud dan Dikmas, Dikbud Kabupaten Parigi Moutong Dahniar menyebutkan, Rapor Pendidikan menjadi acuan utama bagi perencanaan program Pendidikan Kesetaraan (PKBM) di Kabupaten Parigi Moutong.
“Hasil rapor yang datanya diambil dari pelaksanaan program tahun sebelumnya ini, akan menjadi pedoman penganggaran dan peningkatan mutu pembelajaran di tahun berikutnya,” ujarnya saat ditemui Rabu 5 November 2025.
Ia menjelaskan, Rapor Pendidikan penting untuk memberikan semacam gambaran kepada lembaga itu seperti apa perencanaan yang akan dilakukan kedepannya.
“Jadi pembacaan Rapor Pendidikan itu diambil dari program perencanaan tahun 2024 diimplementasikan tahun 2025,” sebutnya.
Lanjut Dahniar, Rapor Pendidikan memuat hasil evaluasi yang bersumber dari dua komponen utama, yaitu Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang diikuti oleh siswa kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Kemudian, Survei Lingkungan Belajar (Sulinjar) yang diisi oleh kepala sekolah dan guru.
Ia juga menjelaskan, data dari Rapor Pendidikan akan menunjukkan capaian lembaga, khususnya pada aspek literasi dan numerasi. Jika ditemukan nilai yang kurang, lembaga dapat segera mengambil tindakan perbaikan.
”Di situ di Rapor Pendidikan mereka akan dilihat program apa sih yang mereka ajukan kemarin itu yang masih punya nilai kurang, bisa jadi literasinya kah, atau numerasinya kah,” jelasnya.
Dahniar mencontohkan, hasil yang rendah pada Literasi bisa disebabkan oleh kondisi perpustakaan yang belum maksimal, kurangnya pelatihan guru, atau sarana prasarana literasi yang masih minim. Sementara, rendahnya Numerasi dapat diatasi dengan meningkatkan pemahaman guru terhadap soal perhitungan atau penambahan media pembelajaran.
”Sudah enak sih dari Rapor Pendidikan kita tahu kedepannya penganggaran dana BOP yang tersalurkan dari kementerian ke lembaga itu akan tersalurkan sesuai dengan pemanfaatannya,” tambahnya.






Alamat Redaksi :