Parigi Moutong, Zenta Inovasi – Lahan persawahan di dua kecamatan dengan perkiraan luas 6000 hektare, terancam gagal panen.
Hal itu diduga, air irigasi yang mengairi persawahan di Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah tercemar limbah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Berdasarkan laporan masyarakat, aktivitas PETI ini, diduga dilakukan di atas Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu.
Dikonfirmasi terkait itu, Camat Bolano Lambunu, Sodik Hamzah, mengaku sudah menerima laporan warga dan akan segera menindaklanjuti dengan melanjutkan laporan itu ke pimpinan daerah.
“Kami akan menghadap pimpinan, melaporkan dampak pencemaran lingkungan akibat pertambangan emas ilegal ini,” kata dia, dihubungi, Kamis, 16 Januari 2025.
Dia mengaku, sebelumnya Pemerintah Kecamatan Bolano Lambunu telah melakukan langkah antisipasi dengan cara mengundang pihak penambang, untuk mencari solusi bersama.
Sebab, para petani sawah merasa sangat khawatir dengan turunnya hasil produksi pertanian mereka, karena air irigasi yang tercemar limbah tambang emas ilegal.
“Tapi setiap diundang mereka tidak pernah datang. Padahal maksud kami, supaya air yang keruh jangan dibuang ke sungai, agar petani sawah tidak mengeluh,” jelasnya.
Pertambangan ilegal ini, kata dia, telah beroperasi sejak beberapa tahun terakhir. Sempat terhenti, namun kembali beroperasi dengan jumlah alat berat yang lebih banyak.
Bahkan, ancaman gagal panen yang dialami para petani sempat terjadi tiga tahun sebelumnya.
“Lalu sempat berhenti, cuman beberapa alat berat. Sekarang bertambah lagi. Penambang dari luar pakai alat. Ada penambang lokal, tapi manual,” ungkapnya.
Sodik berharap, dengan melaporkan persoalan ini ke kepada daerah, aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayahnya dapat segera dihentikan.
Sehingga, pihaknya dapat mendukung program nasional swasembada pangan, dengan hasil produksi pertanian yang meningkat dari Kecamatan Bolano Lambunu.
“Meskipun pupuk lancar, tapi air irigasi tercemar mengaliri persawahan, ini akan mengurangi hasil produksi pertanian,” tutupnya.

Alamat Redaksi :